Sketsa News
Home Berita Terkini, News LPG Langka, Pertamina Diminta Tambah Pasokan ke Kawasan Timur Indonesia

LPG Langka, Pertamina Diminta Tambah Pasokan ke Kawasan Timur Indonesia

Sketsanews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta PT Pertamina (Persero) menambah pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) ke Kawasan Timur Indonesia. Pasalnya, kelangkaan LPG untuk industri rumah tangga dan konsumsi masyarakat mulai terjadi di beberapa daerah.

2357039Langka-LPG-dari-Indonesia-membuat-harga-LPG-14-kilo-dari-Malaysia-melonjak-tajam.-Kenaikannya-mencapai-70-ribu-rupiah-dari-harga-sebelumnya-180-.000-rupiah-sebulan-terakhir-.-780x390

“Kelangkaan LPG mulai terasa. Ada laporan dari beberapa daerah, misalnya di Sulawesi, LPG mulai langka,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia, Andi Rukman dalam laporan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (13/6/2016).

Andi mengatakan, kelangkaan LPG ini disebabkan meningkatnya permintaan industri kecil dan menengah, maupun konsumsi rumah tangga di bulan puasa. Kenaikkan permintaan mencapai 40 persen dibandingkan hari biasa. Sementara, pasokan dari Pertamina tidak cukup naik signifikan.

“Tidak singkron antara permintaan dan pasokan. Soal harga, juga bisa melambung. Tapi yang penting pasokan untuk industri kecil dan menengah ini tetap tersedia,” terangnya.

Tak hanya itu, minimnya pasokan ini disebabkan jaringan distribusi LPG di Kawasan Timur masih sangat minim. Kondisi alam yang berat, rusaknya infrastruktur, ikut menghambat pasokan LPG ke masyarakat.

Oleh sebab itu, Kadin berharap agar penyaluran elpiji, utamanya tabung 3 kilogram (kg), terus diperluas ke wilayah timur Indonesia. Perluasan ini untuk mendorong program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas.

“Misalnya, ke pedalaman Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara. Bahkan di pesisir pun sangat langka,” pungkas Andi.

Sebagaimana diketahui, target serapan elpiji tahun ini mencapai 6,6 juta metrikton, meningkat dari alokasi elpiji 3 kg dalam APBN 2015 (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebanyak 5,76 juta ton.

Peningkatan serapan elpiji disebabkan jumlah penduduk yang terus bertambah. Pertumbuhan penduduk mencapai 1,49 persen. (Dan/Kompas)

%d blogger menyukai ini: