Sketsa News
Home News Penjual Software Windows Bajakan di Glodok digrebek Polisi

Penjual Software Windows Bajakan di Glodok digrebek Polisi

Sketsanews.com – Dua orang pemilik toko ditangkap oleh Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait operasi software bajakan di kawasan Glodok, Mangga Dua, Jakpus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari laporan Microsoft kepada polisi tentang tindak pidana kasus pemalsuan pidana dibidang merek.

Dari laporan tersebut kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya, Unit III Subdit I Indag Ditkrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di dua toko di wilayah Jakarta Pusat.

Hasilnya polisi menemukan kegiatan memperdagangkan/ menjual kepingin program-program yang terekam dipasang pada computer/ alat transmisi, termasuk bagian-bagian dan aksesorisnya, COA (key)/stiker lisensi dengan menggunakan merek Microsoft tanpa seijin pemegang merek terdaftar alias palsu.

operasi-grebek-software-bajakan-glodok-mangga-dua”Di tempat itu, polisi mengamankan dua orang pemilik toko yakni, FY dan F,” ujar Kombes Pol Awi Setiyono, dilansir dari TribrataNews pada 13/06/2016 14:14 wib.

Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan, dari lokasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 289 CD program Software Microsoft Windows, 30 stiker Lisensi COA Windows, 1 lembar bon pembelian.

Sementara itu, Sekjen MIAP Justisiari Perdana Kusuma mengatakan, kasus tersebut dilaporkan oleh pihaknya yang menbawahi Microsoft sebagai salah satu anggotanya, setelah mendapatkan keluhan dari seorang user.

“Ada user yang mengeluhkan kok tidak bisa upgrade. Setelah dicek ternyata ketika register, product keynya tidak dikenali, misalnya ternyata itu product keynya salah satu universitas di China,” jelas Justisiari,  dikutip dari Detik, Senin (13/6/2016).

Ada beberapa modus terkait pembajakan software yang diungkap Justisiari. Salah satunya yakni illegal copying atau pembajakan dengan menggandakan dari software asli.

“Kemudian yang kedua yaitu miss channeling, salah kamar yang harusnya buat mahasiswa tapi dijual ke umum,” lanjutnya.

Selain itu, ada juga modus hardisk loading. “Hardisknya pakai software yang asli tapi diperbanyak, jadi dipakai untuk jumlah komputer, sehingga yang pakainya nambah,” lanjutnya.

Sementara itu, Justisiari mengatakan, target market software Microsoft Windows ini adalah corporate end user atau perusahaan-perusahaan yang menggunakan software tersebut untuk system operating.
(mei/aan)

(in)

%d blogger menyukai ini: