Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Massa “Anti Polisi” Pembela Jalil Bentrok di Depan Markas Polda SulTeng

Massa “Anti Polisi” Pembela Jalil Bentrok di Depan Markas Polda SulTeng

Sketsanews.com – “Pray For Jalil,” tema demo yang diusung Massa yang berasal dari gabungan elemen mahasiswa Universitas Haluoleo dan Universitas Muhammadiyah, juga warga Kelurahan Tobimeita berujung bentrok dengan ratusan aparat polisi.

blokade-jalan-UMK-UHO-pray-for-jalil
Image dari BLOKADE JALAN : Beginlah kondisi jalan Abdullah Silondae, usai ratusan massa aksi yang memaksa menutup jalan, Senin (13/6/2016). Randi Ardiansyah/ ZONASULTRA.COM

Pendemo ini menyuarakan pembelaan terhadap Jalil (24) Pegawai honorer di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) bidang rehabilitasi tewas diduga dianiaya puluhan oknum polisi pada Selasa 7 Juni 2016 lalu.

 Baca Sebelumnya :
Honorer BNNP Tewas Pasca Ditangkap Puluhan Polisi, Luka Lebam dan Tembak di Betis

Mengutip dari Tempo (SENIN, 13 JUNI 2016 | 23:00 WIB ) Massa yang berasal dari gabungan elemen mahasiswa dua perguruan tinggi, yakni Universitas Haluoleo dan Universitas Muhammadiyah, juga warga Kelurahan Tobimeita, memulai aksinya di Bundaran bekas Lokasi MTQ. Kemudian mereka bergerak ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara.

Massa yang terus dibuntuti ratusan aparat kepolisian melanjutkan aksinya di depan Markas Kepolisian Resor Kota Kendari. Seraya terus berorasi, mereka memeruskan aksinya di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara di Jalan Haluoleo, Kecamatan Poasia, Kendari.

Bentrokan tak terhindarkan ketika massa hendak merangsek menembus ketatnya pengamanan polisi. Ratusan polisi bergeming. Satu unit mobil water canon, empat ekor anjing pelacak dan puluhan pasukan Antihuru-hara dan Sabhara dikerahkan menghalau massa.

Saling kejar antara polisi dan massa terjadi. Polisi juga mengeluarkan tembakan gas air mata dan semburan air dari mobil water canon. Massa melakukan perlawanan dengan  lemparan batu. Polisi pun bertindak anarkistis, memukul sejumlah massa, menangkap sopir mobil pengangkut massa. Polisi juga mengambil secara paksa perangkat sound sistem yang digunakan massa.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: