Sketsa News
Home News, Opini Ada apa dibalik viral Bu Eni, Warung yang disasar Satpol PP Serang

Ada apa dibalik viral Bu Eni, Warung yang disasar Satpol PP Serang

Sketsanews.com – Pekan ini media gegap gembita memperjuangkan Bu Eni (Saenih, 53), seorang IRT yang membuka warung siang hari di bulan Ramadhan dan dibubarkan oleh Satpol PP kota Serang.

Sebagaimana diketahui, Netizen, warga media sosial bersimpati atas nasib Bu Eni telah mengumpulkan donasi, dan sumbangannya sudah melampaui 265 juta, termasuk didalamnya peran presiden Joko Widodo dan sejumlah menterinya.

saenih-bu-eni-razia-satpol-pp-serang-dwikaputraDwika Putra, pemiliki akun Twitter @dwikaputra penggagas donasi melaporkan sumbangan telah mencapai Rp265 juta dan resmi ditutup. Donasi yang angkanya mencapai Rp 265.534.758,30. Dwika menjanjikan akan tetap transparan soal penyerahan donasi kepada yang berhak, kitabisa.com pada 13 Jun 2016 23:31 wib.

Fenomena tersebut dikritisi oleh Muhammad Ibnu Masduki, pemikir dan pemerhati Islam yang membandingkan perlakuan toleransi ini antara ramadhan dan nyepi.

Ibnu Masduki menegaskan, saat warga Hindu di Bali merayakan Nyepi, umat lain harus menghormati. “Tetapi saat umat Islam menjalankan puasa, seharusnya orang yang tidak puasa menghormati yang puasa. Bukan dibalik. Kasus di Bali orang tidak protes tetapi ketika umat Islam, pada protes, ini jelas untuk mendiskreditkan Islam,” papar Ibnu Masduki kepada intelijen (13/06/2016).

Sedangkan untuk masalah penegakan hukum seperti yang dilakukan Satpol PP kota Serang, Ibnu Masduki meminta publik untuk melihat kelakuan Satpol PP di Jakarta yang terhadap orang-orang kecil.

“Kita berbicara penegakan hukum, Ahok memerintahkan Satpol PP menertibkan PKL di jalan-jalan dan caranya sangat kasar, tetapi suara protesnya tidak sekencang Satpol PP Kota Serang. Yang terjadi di Serang juga penegakan hukum, tetapi orang melihat lain. Ini ketidakadilan namanya,” pungkas Ibnu Masduki.

Sedangkan dari MUI Banten, penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP yang merupakan instrumen penegakan Perda harus dilakukan tanpa pandang bulu namun berharap tidak ada penyitaan barang.

 

(in)

 

%d blogger menyukai ini: