Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Presiden Jokowi Resmi Ajukan Komjen Tito Karnavian Sebagai Calon Kapolri

Presiden Jokowi Resmi Ajukan Komjen Tito Karnavian Sebagai Calon Kapolri

Sketsanews.com – Teka-teki mengenai nama calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Jenderal Badrodin Haiti yang akan segera memasuki masa pensiun terjawab sudah.

tito-karnavian-bnpt-wikipediaPresiden Joko Widodo (Jokowi) melalui surat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang ditujukan kepada pimpinan DPR-RI telah mengajukan nama Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian sebagai calon Kapolri.

Ketua DPR-RI Ade Komarudin mengaku menerima surat yang disampaikan oleh Mensesneg Pratikno, pagi ini. “Saya buka isinya adalah Presiden RI mengajukan pengganti Bapak Badrodin Haiti yang segera akan pensiun. Dalam surat itu, Bapak Presiden mengajukan Bapak Tito Karnavian yang sekarang menjabat Kepala BNPT dan mantan Kepala Polda Metro,” kata Ade kepada wartawan di sela-sela meninjau Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (15/6).

Menurut Ade, Tito Karnavian menjadi satu-satunya calon Kapolri. Ia menyatakan, DPR akan segera memproses hal ini. “Insya Allah, besok kita akan melakukan rapat pimpinan dan menyampaikan pencalonan Komisaris Jenderal Tito,” ujarnya.

Ketua DPR-RI itu mengaku sudah mengkomunikasikan hal ini dengan Ketua Komisi III DPR untuk dilaksanakan fit and proper test setelah DPR mengesahkan pencalonan Tito melalui Rapat Paripurna 22 Juni mendatang.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Komisi III, lalu akan diputuskan di Bamus, lalu dibawa ke Paripurna pada 22 Juni,” tutur Ade.

Secara pribadi Ade Komarudin mengaku mengenal Tito sebagai sosok yang hebat dan meyakini pencalonan Tito sebagai Kapolri oleh Presiden sebagai hal yang wajar.

“Tito orang hebat. Saya percaya pada Pak Tito, kehebatannya, profesionalismenya, Komjen paling muda, orangnya tegas, sehingga pencalonannya wajar,” ungkap Ade.

Penangkap Tommy Soeharto

Tito Karnavian lahir di Palembang 26 Oktober 1964. Ia merupakan penerima bintang Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1987.

Pada Oktober 2000, saat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Umum Polda Metro Jaya, Tito berhasil menangkap buron kasus Badan Urusan Logistik (Bulog) Soewondo.

Setahun kemudian Tito ditunjuk oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sofjan Jacoeb memimpin Tim Cobra yang beranggotakan 23 perwira polisi untuk memburu Tommy Soeharto. Di bawah pimpinan Tito, Tim Cobra berhasil menangkap Tommy Soeharto.

Pada 2005, Doktor lulusan Nanyang Technological University Singapura itu juga terlibat dalam menumpas gembong teroris Doktor Azahari di Malang, Jawa Timur. Atas prestasinya itu Tito memperoleh kenaikan pangkat dari Ajun Komisaris Besar Polisi jadi Komisaris Besar Polisi.

Saat menjabat sebagai Kapolda Metro, Tito berhasil melumpuhkan serangan bom di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, hanya dalam waktu 21 menit.

Berkat prestasinya itu, Presiden Jokowi mengangkat Tito sebagai Kepala BNPT pada 16 Maret 2016. Pangkat Tito pun naik dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal.

Dan hari ini, Presiden Jokowi secara resmi mengajukan nama Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, yang akan memasuki usia pensiun pada 24 Juli mendatang, dilansir dari Setkab)

Komjen Tito Karnavian menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung

Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian, diam-diam Tito merapat menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Salah seorang staf di Sekretariat Negara (Seskab) yang namanya enggan disebutkan mengatakan, Tito Karnavian telah menemui Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Oh itu mah tadi siang sebelum rapat (Tito datang temui Pramono Anung) datang,” ujar salah seorang staf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6/2016), dilansir dari Okezone.

Kendati demikian dia tidak mengetahui secara pasti apakah pertemuan Tito Karnavian dengan Pramono Anung membicarakan mengenai jabatan Kapolri. “Oh saya enggak tahu ngomonginnya apa,” katanya.

Sementara, di tempat terpisah salah seorang petugas keamanan juga membenarkan jika Tito Karnavian merapat ke Istana Negara. “Itu tadi datang ke Gedung III (tempat Sekretaris Kabinet Pramono Anung),” ungkap seorang petugas keamanan.

Budi Waseso menyambut baik terpilihnya Komjen Pol Tito Karnavian

Meski namanya sempat disebut-sebut akan menjadi Kapolri, Kepala BNN Budi Waseso, menyambut baik terpilihnya Tito.

“Saya dukung Pak Tito (calon tunggal Kapolri),” kata Budi Waseso di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/6).

Dia tak mau mengomentari lebih jauh soal terpilihnya mantan Kapolda Metro Jaya itu sebagai calon Kapolri pilihan Jokowi. Dia memilih mengikuti apa yang diputuskan Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

“Bukannya sudah tahu ada pengumuman. Ya sudah, ikuti itu dong. Itu adalah haknya Presiden. Ikuti aja ya,” tutupnya, dikutip dari Merdeka

(in)

%d blogger menyukai ini: