Sketsa News
Home Berita Terkini, News Palembang Perintis Kendaraan Hidrogen

Palembang Perintis Kendaraan Hidrogen

Sketsanews.com – Gubernur H Alex Noerdin terus berusaha menjadikan Sumatera Selatan (Sumsel) provinsi termaju secara internasional dan diperhitungkan berbagai negara di dunia. Keinginan itu tergambar dari lawatan gubernur ketiga negara di Eropa, yakni Belanda, Norwegia dan Denmark.
5c73e355b00348442312cfd144a52502_XL
Lawatan itu bagian dari rangkaian kunjungannya sebagai pembicara pada konferensi The Oslo Exchange REDD. “Hasil positifnya, ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi di Sumsel,” ungkap Alex, tadi malam.
Tindak lanjut dari pertemuan dengan konsorsium Export Financing GIEK di Oslo, Norwegia. Yakni menjadikan Kota Palembang sebagai perintis penggunaan blue technology kendaraan hidrogen nol emisi (zero emission hydrogen mobility). Terobosan yang luar biasa.
“Palembang akan jadi kota kedua di dunia setelah Kota London di Inggris yang merintis itu,” katanya. Ibu kota Provinsi Sumsel itu bakal mendahului banyak kota lain di berbagai negara untuk merintis penggunaan blue technology itu. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk belum ada event yang tepat, negara-negara itu belum berani mempromosikan teknologi baru tersebut.
Teknologi ini diperkirakan akan mulai berkembang pada 2030. Sesuai hasil CoP21 Paris bahwa teknologi bahan bakar yang berasal dari non-fosil atau energi yang terbarukan sudah harus digunakan untuk menggantikan BBM fosil.
“Nah, Provinsi Sumsel mempunyai peluang besar sebagai model atau prototype penggunaan kendaraan teknologi hidrogen,” ujar Alex. Salah satunya bertepatan dengan ajang Asian Games ke-18 tahun 2018. Teknologi hidrogen yang diformulasikan di Kota Kopenhagen, Denmark adalah teknologi yang sederhana. Penggunaanya pada taraf awal dapat dimodifikasi dari electric atau hybrid car dengan hanya mengganti instrumen tertentu.
Sebagai fasilitas pendukung, dibutuhkan power hydrogen atau SPU BBH. Pada 17 Juni 2016, di Kota Kopenhagen, Denmark, Gubernur melakukan kesepakatan awal dengan Joint Venture. Hadir, Presiden IMS Ecubes Mr Alexander Gerbec dan Mr Ben Todd selaku Direktur Arcola Energy
Kesepakatan tersebut baru tahap awal, untuk menyusun studi kelayakan tentang prospek penggunaan kendaraan berteknologi karbon. Kendaraan itu akan masuk ke pasar kendaraan bermotor di Indonesia. “Prototype kendaraan itu akan dihadirkan di Jakabaring pada momen Asian Games 2018,” tutur Alex.
Jika hasil studi kelayakan menunjukan prospek pasar yang baik, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya. “Seluruh pembiayaanya berasal dari Joint Venture, IMS Ecubes dan Arcola Energy,” jelasnya.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Staf Khusus Gubernur bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani mengatakan bahwa merintis teknologi kendaraan hidrogen merupakan upaya Sumsel mendukung mitigasi perubahan iklim. Kaitannya dalam kerangka Green Growth Development atau Green South Sumatera sesuai kesepakatan CoP21 Paris Desember 2015 lalu.
Alex akan mengajak unsur dari perguruan tinggi di Sumsel yang dimotori tenaga-tenaga ahli Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk mengembangkan teknologi hidrogen ini. Keterlibatan dalam pengembangan blue technology itu dapat dijadikan upaya Unsri dan perguruan tinggi lain menjadi universitas berkelas internasional (world class university).
Presiden IMS Ecubes, Mr Alexander Gerbec pada penjelasan persnya merasa yakin dengan dipilihnya Sumsel sebagai perintis prototype teknologi kendaraan hidrogen. Pihaknya sudah mencermati sosok Alex Noerdin sejak menjadi Bupati Musi Banyuasin (Muba) dan Gubernur Sumsel. Selain berobat dan sekolah gratis, banyak terobosan yang telah dilakukan. Seperti berhasil menjadikan Sumsel tuan rumah SEA Games, dan kini Asian Games, mendapatkan proyek LRT yang pertama di luar Jawa dan lainnya.
Gubernur Sumsel juga melakukan kesepakatan awal dengan Presiden IMS Ecubes untuk pengerjaan studi kelayakan pengembangan fasilitas terapung terpadu (intergrated one-stop floating facilities). Bentuknya, semacam kapal pesiar yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti hotel, restoran, ruang konferensi, tempat rekreasi anak-anak, rumah sakit, power dan water treatment plant.
Rencana pengembangan ini dikerjasamakan dengan Norwegia dan Denmark. Kerja sama fasilitas itu untuk melengkapi rencana investasi dari Belanda yang akan pengembangan solar energy serta kegiatan pengembangan komoditas pertanian di Sumsel.(Dan/Sumek)
%d blogger menyukai ini: