Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Guru Ajarkan Kesesatan, Belasan Pendekar ke MUI

Guru Ajarkan Kesesatan, Belasan Pendekar ke MUI

Sketsanews.com – Belasan pendekar eks anggota Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (20/6/2016) siang. Mereka mengadukan DZA sebagai pimpinan Hikmatul Iman karena diduga mengajarkan paham Islam yang menyimpang.

Belasan pendekar eks anggota Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman saat mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengadukan pimpinan Hikmatul Iman karena mengajarkan paham menyimpang. (Oris R/Okezone)
Belasan pendekar eks anggota Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman saat mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengadukan pimpinan Hikmatul Iman karena mengajarkan paham menyimpang. (Oris R/Okezone)

Lembaga yang kini berubah nama jadi Lanterha the Lemurian Meditation itu sebenarnya berfokus sebagai tempat menimba ilmu bela diri. Tapi dalam praktiknya, didalamnya diduga diajarkan paham menyimpang.

Para eks anggota menilai ada kejanggalan dalam pemahaman yang diajarkan DZA. Yang paling vulgar dalam ajarannya adalah sebanyak 60%  ayat dalam Alquran dinilai palsu.

DZA berkeyakinan semua nabi memiliki tenaga dalam tinggi sehingga bisa menjalankan berbagai mukjizat. DZA juga yakin Nabi Adam saat ini masih hidup, sedang berkeliling ke berbagai galaksi menggunakan pesawat bernama Ollymph, dan mengembangkan peradaban di berbagai galaksi.

Nabi Muhammad SAW juga dipandang memiliki tenaga dalam lebih dari 100%  dan dalam dadanya terdapat implan praglaxiarta yaitu teknologi pembuka dimensi dan waktu. Hal itu membuatnya bisa melakukan perjalanan Isra Mi’raj.

Ada juga salat yang diubah menjadi ritual salat tanpa bacaan. Sehingga salat lebih mirip dengan kegiatan meditasi.

Di luar itu, ada beragam hal yang dinilai oleh para eks anggota sebagai sebuah kejanggalan. Sehingga mereka sengaja melaporkan DZA ke MUI Jawa Barat agar segera ada tindak lanjut.

“Ini asalnya bela diri, tapi (DZA) malah menyampaikan apa yang dipahami. Saya tidak sepakat menyebarkan paham seperti ini,” kata Jihan Hidayat, salah seorang eks anggota.

Dia sendiri bergabung dengan perguruan tersebut sejak 1989. Tapi pada November 2015 dia memutuskan keluar bersama beberapa rekannya karena tidak sepakat dengan paham DZA.

Para eks anggota pun berharap MUI segera mengambil sikap dan memfatwakan sesat jika ajaran DZA terbukti menyimpang.

 

(Br/Sindonews)

%d blogger menyukai ini: