Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Transportasi Lumpuh, Bantuan ke Pulau di Sulawesi Utara Terhambat

Transportasi Lumpuh, Bantuan ke Pulau di Sulawesi Utara Terhambat

Sketsanews.com – Hujan deras yang disertai ombak tinggi masih berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara sehingga transportasi udara dan laut dihentikan. Akibatnya, bantuan ke pulau-pulau yang terdampak bencana gagal dikirimkan.

Ombak setinggi empat meter menyebabkan transportasi laut dihentikan.
Ombak setinggi empat meter menyebabkan transportasi laut dihentikan.

Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), yang berjarak sekitar 90 mil laut dari Kota Manado, ombak setinggi empat meter di perairan Kabupaten Sitaro praktis menghambat akses warga untuk ke luar pulau dan demikian sebaliknya.

“Saat ini kapal-kapal dilarang berlayar karena ombak sudah mencapai empat meter, terlalu berbahaya. Apabila ombak reda, perjalanan ke Manado bisa ditempuh selama empat jam menggunakan kapal cepat,” ujar Bob Wuaten, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sitaro kepada BBC Indonesia.

Kabupaten berpenduduk 45.000 jiwa itu dilanda banjir dan tanah longsor selama dua hari terakhir. Akses warga dari ibu kota kabupaten ke Pelabuhan Ulu-Ulu terputus lantaran Jembatan Batuawang di Kecamatan Siau Timur tertimbun material lahar dingin dari material erupsi Gunung Karangetang.

Akses warga lima kampung di Kecamatan Siau Barat Utara ke pusat kota kabupaten dan pelabuhan juga tertutup karena Jembatan Kiawang putus akibat banjir bandang.

“Sejauh ini belum ada korban jiwa, namun kami telah mengungsikan 10 keluarga,” kata Bob.

Akses ke Sangihe

Ombak tinggi terjadi pula di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Akibatnya daerah berbentuk pulau-pulau kecil di paling utara Indonesia ini sulit dijangkau.

Hujan deras yang memicu longsor terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Hujan deras yang memicu longsor terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Berdasarkan laporan Kepala BPBD Kabupaten Sangihe, Reintje Tamboto, sebanyak tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya hilang akibat banjir dan longsor. Selain itu, ratusan rumah rusak setelah tertimpa tanah longsor.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengaku telah berupaya mengirimkan bantuan, namun Otoritas Pelabuhan Manado melarang pelayaran. Penerbangan ke pulau-pulau di lepas pantai Manado juga ditiadakan.

Kota Manado juga diterjang banjir, longsor, abrasi dan angin kencang. Banyak pohon tumbang di jalan. Satu orang meninggal dunia saat kendaraannya tertimpa pohon tumbang.

Di Kota Tomohon terjadi bencana longsoran di Tinoor dan beberapa lokasi lainnya. Sedangkan di Kabupaten Minahasa Selatan terjadi bencana gelombang pasang yang mengakibatkan tanah longsor.

(Br/BBC)

%d blogger menyukai ini: