Sketsa News
Home Berita Terkini, News Warga Padangratu Tuntut Ganti Rugi Pembangunan Bendungan

Warga Padangratu Tuntut Ganti Rugi Pembangunan Bendungan

Sketsanews.com – Sejumlah warga Kampung Sriagung dan Kotabaru, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah, meminta ganti rugi lahan sawahnya yang terkena pembangunan Bendungan Way Tetayan. Sebab dalam draf proposal yang diajukan hanya rehab tapi berubah menjadi pembangunan secara total.

bendungan-696x432

Menurut Kakam Kotabaru Puryanto, warga meminta ganti rugi lahan sawahnya yang terkena pembangunan Bendungan Way Tetayan. “Warga minta ganti rugi lahan sawahnya yang terkena pembangunan bendungan. Luas lahan yang terkena pembangunan beragam. Ada yang 4 meter dan 6 meter,” katanya.

Puryanto mengatakan, Way Tetayan awal mulanya dibuat bendungan secara swadaya oleh masyarkata. “Dikarenakan rusak, diajukan ke pemerintah untuk memperbaiki. Pemerintah merespons hal ini. Dalam draf proposal yang diajukan hanya rehab, tapi kok jadi besar gini? Kalau cuma rehab kan paling sawah warga yang kena gusur hanya dikit. Ini malah jadi besar. Otomatis banyak lahan sawah yang di luar dugaan kena gusur,” ujarnya.

Ditanya berapa banyak lahan warga yang terkena dampak pembangunan, Puryanto menyatakan ada 50 warga. “Yakni milik warga Kampung Sriagung 4 orang dan Kotabaru 46 orang. Bendungan ini untuk mengaliri lahan sawah sekitar 700 hektare. Apalagi warga sudah iuran untuk mengganti sawah warga di atas bendungan ini sekitar Rp108 juta,” ungkapnya.

Sementara menurut Supri, salah satu warga, ganti rugi ini sangat diharapkan, terutama kepada pengembang PT Mitra Agung Indonesia.

“Warga sudah sepakat, kalau pun bendungan ini tidak jadi dibangun tidak apa-apa. Toh kalau musim kemarau, debit Way Tetayan kecil. Makanya, kami minta bantuan dewan untuk menyampaikan hal ini ke pemerintah provinsi supaya ada jalan keluarnya,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Lamteng Riagus Ria menyatakan bahwa pembangunan bendungan ini kurang sosialisasi terhadap warga. “Ini karen kurang sosialisasi. Berapa luas sawah warga yang tergusur dengan proyek provinsi ini. Ditambah lagi warga sudah iuran mengganti sawah di atasnya,” katanya.

Karena itu, kata kader Partai Gerindra ini, dirinya akan mencoba menyampaikan harapan warga ke provinsi, khusunya ke Dinas Pengairan dan Irigasi. “Ini kan proyek provinsi yang nilainya sekitar Rp32 miliar. Adanya harapan ini akan saya sampaikan ke provinsi sebagai perpanjangan tangan warga yang merasa dirugikan,” ungkapnya. (Dan/Radalampung)

%d blogger menyukai ini: