Sketsa News
Home Berita Terkini, News DPP Perabiz Dikukuhkan, Tiga Ribu Dhuafa Dapat Santunan

DPP Perabiz Dikukuhkan, Tiga Ribu Dhuafa Dapat Santunan

Sketsanews.com – Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Praktisi Bisnis (DPP Perabiz) Lampung dikukuhkan di Mahan Agung, Kamis (23/6). Tak sekadar seremoni, dalam acara itu diberikan santunan kepada tiga ribu anak yatim, dhuafa, dan tuna netra. Termasuk beasiswa pada 16 mahasiswa kurang mampu berprestasi dan bantuan pada 22 UKM (usaha kecil menengah).

DSC_1452-696x522

Ketua panitia pelaksana Heri Andrian menyebutkan acara dihadiri anggota, pendiri, dan mereka yang terlibat sejak awal dari pembentukan Perabiz. Sekadar diketahui, Perabiz merupakan perhimpunan pengusaha Lampung yang bergerak di berbagai macam pergerakan atau produk.

Dalam kesempatan itu juga tercipta kerjasama dengan berbagai pihak yang dilakukan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU). Antara lain Chandra Superstore, Baznas (badan amil zakat nasional), dan Bank Lampung.

Penyerahan bantuan paket sembako diberikan langsung Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Ketua Umum Perabiz Ardiansyah, dan Ketua Baznas Mahfud Santoso. “Bantuan ini merupakan kerjasama Perabiz dan Baznas,” papar Heri yang juga ketua harian Perabiz.

Ketua Umum Perabiz Ardiansyah menerangkan, Perabiz diawali dengan pembicaraan kecil antar sesama pengusaha. Tak disangka terus berkembang besar dan sekarang hampir mayoritas pengusaha di Lampung adalah anggota Perabiz.

Bang Aca –sapaan akrabnya, berharap Perabiz dapat ikut serta mewarnai pembangunan di Lampung yang bergerak cepat di bawah komando Gubernur M. Ridho Ficardo. “Contoh pertumbuhan perekonomian Lampung sendiri tercepat kedua di Sumatera dalam triwulan pertama. Ini kan belum pernah terjadi,” ujar Bang Aca.

Bila provinsi maju, dengan sendirinya akan tercipta iklim bisnis yang kondusif. Sehingga, Lampung sendiri bisa menjadi yang terdepan di Sumatera dan Perabiz punya andil lebih dalam pembangunan ini.

Ketua Baznas Mahfud Santoso menambahkan, untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Lampung, adalah memperbaiki SDM-nya. Karenanya kali ini untuk anak anak yang mau bersekolah tetapi tidak memiliki uang akan ditanggung oleh Baznas.

“Kami setahun ini menerima hingga Rp1,725 miliar. Peringkat pertama Kemenag Lampung dengan Rp570 juta dan kedua RS Urip Sumoharjo dengan Rp500 juta. Ke depan kita akan mengumpulkan zakat dari pengusaha,” tutupnya. (Dan/Radarlampung)

%d blogger menyukai ini: