Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Pilkada DKI Jakarta 2017

Pilkada DKI Jakarta 2017

kpu-targetkan-pemilih-pilkada-meningkat-D4m

Sketsanews.com – Beberapa bulan terakhir ini di tahun 2016, media nasional massa baik cetak maupun elektronik memberitakan tentang Pilkada serentak yang akan di gelar di tahun 2017. Yang paling menarik perhatian seluruh negeri adalah Pilkada DKI Jakarta.

Banyak tokoh-tokoh bermunculan baik yang sudah pernah menjabat dalam suatu instansi pemerintah dan ingin menjabat kembali ataupun karena panggilan ibu pertiwi seperti Adiyaksa Dault dan Sandiaaga Uno selaku pengusaha muda sehingga berkeinginan untuk ikut andil dalam perebutan kursi DKI-1.

Mengapa pilkada DKI ini menarik untuk di beritakan, karena Gubernur DKI yang sekarang masih menjabat yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkeinginan untuk maju kembali dalam perebutan kursi DKI-1 melalui jalur incumbent. Pernyataan ini sontak menjadi pemicu bagi elit partai untuk bisa menghalau Ahok untuk bisa menduduki kembali jabatan teratas di Provinsi DKI Jakarta dengan cara mencari kader-kader terbaik yang dimiliki partai-partai elit di negeri ini. Hal ini disebabkan karena nilai atau angka elektabilitas Ahok kian hari kian menanjak yang menurut beberapa survey mencapai 47% dari nama-nama yang diusung partai politik ataupun tokoh-tokoh nasional yang lainnya.

Angka elektabilitas Ahok yang tinggi ini didasari karena kinerja yang mumpuni setelah menjabat menjadi orang nomor satu di Provinsi DKI Jakarta yang berhasil merombak birokrasi yang carut marut menjadi yang lebih baik. Perubahan ini dirasakan langsung oleh warga DKI Jarkarta yang mendapatkan kenyamanan dan kecepatan dalam pelayanan kepada masyarat Jakarta. Dengan gayanya yang frotal dan tanpa basa basi Ahok berhasil merubah tatanan birokrasi yang lambat dan berberlit dalam pelayanan kepada masyarakat menjadi pelayanan yang cepat, disiplin dan tertata dengan baik. Ini menjadi nilai plus bagi Basuki Tjahaja Purnama untuk maju kembali menduduki kursi DKI-1 untuk memperoleh dukungan dari warga Jakarta.

Ada sekumpulan relawan dari warga Jakarta mendirikan sebuah organisasi masyarakat yang mengatas namakan dirinya “Teman Ahok”. Organisasi ini adalah organisasi yang dibentuk oleh para relawan yang bertujuan untuk mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Jakarta guna mendudukung pencalonan Ahok untuk maju kembali menjadi Gubernur DKI. Tugas dari “Teman Ahok” mengumpulkan dan mendata KTP warga Jakarta untuk kemudian di kumpulkan dan didata guna menjadi syarat pencalonan Ahok sebagai calon incumbent atau pentaha.

Syarat pencalonan perorangan menurut Pasal 42 UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada tegas mengatakan pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah dapat diajukan secara perseorangan apabila mereka dapat mengumpulkan dukungan berupa kartu identitas penduduk (KTP) sebanyak 6,5 hingga 10 persen dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkada sebelumnya.

Menurut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 29 September 2015, calon perorangan harus kumpulkan KTP 10% di daerah dengan jumlah daftar pemilih tetap sampai 2.000.000 orang, 8,5% di daerah dengan DPT antara 2.000.000 dan 6.000.000 orang, 7,5% di daerah denngan DPT antara 6.000.000-12.000.000 orang, dan 6.5% di daerah dengan DPT di atas 12.000.000 orang.

Untuk DKI Jakarta, jumlah DPT Jakarta dalam Pilkada 2012 adalah 6.996.951. Artinya, jika sepasang bakal calon ingin mengajukan diri untuk maju dalam bursa gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 2017 lewat jalur indepen, pasangan tersebut harus memiliki setidaknya 7,5% atau sekitar 525.000 KTP.

Hal tersebut yang sedang dilakukan oleh Teman Ahok, sebuah gerakan yang membantu gubernur petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono untuk maju sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Calon incumbent mempunyai syarat harus mengumpulkan minimal satu juta KTP pendukung syarat maju menjadi calon Gubernur tanpa dukungan dari partai politik. Dengan cara ini calon Kepala Daerah tidak harus diusung oleh partai politik yang sudah mempunyai jatah kursi di DPRD sebagai syarat maju menjadi Kepala Daerah. Cukup dengan dukungan dari masyarakat yang sudah mendukung calon kepala Daerah.

Teman Ahok telah mengumumkan memperoleh dukungan KTP dari warga yang sudah mencapai satu juta KTP yang telah terdata dan terverifikasi. Ini menjadi langkah untuk meloloskan bagi Ahok untuk bisa mencalonkan diri maju pada Pilgub 2017 mendatang. Ini juga menjadi sinyal bagi Ahok untuk bisa kembali menduduki kursi DKI-1 kembali pada 2017 kelak dengan bantuan “Teman Ahok” dengan masih memuncakinya nilai elektabliitas Ahok yang terus meningkat dari calon-calon gubernur yang lainnya yang terus berusaha meraih dukungan dari masyakat Jakarta.

(Fr)

%d blogger menyukai ini: