Sketsa News
Home Berita Terkini, News PDIP: Percaya Rekapitulasi KTP TemanAhok Seperti Berkhianat Pada Ilmu Pengetahuan

PDIP: Percaya Rekapitulasi KTP TemanAhok Seperti Berkhianat Pada Ilmu Pengetahuan

Sketsanews.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu mengaku tak percaya dengan rekapitulasi KTP TemanAhok.

IMG_20160625_131609

Sebelumnya, TemanAhok menjelaskan pihaknya menggunakan 140 relawan untuk melakukan rekapitulasi 1 juta KTP yang masuk. Rekapitulasi dilakukan selama 7 jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Teman Ahok menjelaskan Rekapitulasi tidak hanya menghitung tapi juga menyortir KTP ganda, mencocokan antara KTP dan Formulir Dukungan lalu kemudian memasukan data-data pemilik KTP atau SIM antara lain Nama, Nomor Induk Kependudukan dan Alamat.

“Walau tidak percaya tapi jujur saja saya salut pada keberanian TemanAhok untuk menganggap Rakyat mudah dibodohi walau dengan cerita yang paling tidak masuk akal sekalipun seperti cerita rekapitulasi 1 juta KTP,” ujar Adian di Jakarta, Rabu (29/6).

Menurut Adian, rekapitulasi KTP itu tidak masuk akal. Pasalnya, hasil perhitungan berdasarkan jumlah relawan untuk rekapitulasi ada 140 orang, rentang waktu rekapitulasi dari jam 11 hingga jam 18 berarti 7 jam dan jumlah KTP yang di rekapitulasi sebanyak 1.000.000 KTP.

Dari data itu maka kecepatan memeriksa KTP atau SIM, membandingkan KTP atau SIM dengan Formulir dukungan hingga mengisi input nama, no induk kependudukan, jenis kelamin dan alamat (Rt, Rt, Kelurahan dan Kecamatan) dilakukan dengan kecepatan rata rata 3,5 detik untuk 1 KTP.

Dari semua data yang diketik untuk masuk gudang data, kata Adian, terdiri dari 16 angka NIK, minimal 5 huruf nama, sekitar 12 hingga 14 angka dan huruf tempat tanggal lahir dan minimal 30 angka dan huruf Alamat. Kira kira dalam 3,5 detik relawan TemanAhok harus memeriksa KTP, membandingkan dengan formulir dukungan lalu menekan huruf atau angka di keyboard komputer minimal 63 kali dan maksimal bisa lebih dari 100 kali.

“Dari data dan kalkulasi di atas saya harus katakan bahwa saya tidak percaya. Bagi saya mempercayai rekapitulasi itu sama hal nya berkhianat pada ilmu pengetahuan dan nalar saya,” cetus Adian.

(Say/aktual.com)

%d blogger menyukai ini: