Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Opini Lebih Baik Jadi Pemulung Sampah 40 Tahun daripada Korupsi

Lebih Baik Jadi Pemulung Sampah 40 Tahun daripada Korupsi

Sketsanews.com – Masih ingat dengan Bripka Seladi, polisi yang memiliki profesi sampingan sebagai pemulung sampah? Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kota Malang itu mendapat penghargaan dari Kapolri atas kejujurannya menolak suap selama 40 tahun bertugas sebagai polisi.

Bripka Seladi menerima Tanda Kehormatan dari Kapolri yang disampaikan melalui Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji, saat memimpin upacara HUT ke-70 Polri di lapangan Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat 1 Juli 2016.

Kini, namanya mendunia. Setelah penghargaan itu, nama Seladi menjadi sorotan berbagai media asing. Mereka mengangkat kisah Seladi yang tak mau menerima suap dalam menjalankan tugas sebagai anggota polisi.

Bripka-Seladi-polisi-pemulung-sampah-malang

Hawaii Public Radio misalnya, mereka menurunkan laporan dengan judul “Asia Minute: Honest Cop in Indonesia Wins National Recognition.” Laman AsiaOne menulis dengan judul, “Indonesian policeman to be honoured for refusing bribes for 40 years.”

Sementara laman ABC News Australia juga turut mengangkat kisah Seladi dengan judul, “‘I’d rather pick trash than be corrupt’: Indonesian police reward honesty.” Masih banyak lagi media asing yang mengangkat kisah Seladi.

“Saya bisa menggunakan seragam saya untuk mendapatkan uang haram jika saya mau,”kata Seladi, dikutip Dream dari ABC News.

“Tapi saya memilih menjadi pemulung sampah daripada korupsi, memeras atau menipu orang lain untuk mendapatkan uang,” tambah dia.

Seladi bahagia mendapat penghargaan itu, meski sebenarnya bukan itu yang menjadi tujuan utamanya. (Ism/Dream)

 

(in)

%d blogger menyukai ini: