Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Haruskah Hukum kami Meminta

Haruskah Hukum kami Meminta

demo-anti-ahok

 

 

Sketsanews.com – Demo penolakan terhadap Ahok terus menambah deretan permasalahan perpolitikan di negeri ini, mereka menuntut proses hukum terhadap calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menistakan agama. Sebagian besar masyarakat Jakarta menolak Ahok dimana-mana, setiap dia melakukan kampanye selalu disetiap pojok Jakarta pasti ada penlakan dari warga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada kelompok-kelompok masyarakat yang berencana melancarkan demonstrasi pada 25 November 2016 sebagai lanjutan dari aksi 4 November untuk mempertimbangkan kembali.

Presiden Joko Widodo dalam diam mulai menyusun strategi untuk menyambut kelompok-kelompok masyarakat yang berencana melancarkan demonstrasi pada 25 November 2016mendatang. Beliau memberikan arahan kepada Korps Brimob dan Korps Marinir, yan nantinya dua pasukan elit ini yang akan menghalau aksi damai yang di rencanakan Jum’at 25 November mendatang.

Dalam arahanya di lapangan markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016). Beliau menekankan pentingnya Brimob sebagai satuan elite kepolisian untuk memahami keanekaragaman budaya dan persatuan bangsa. Presiden menyebutkan keanekaragaman adalah sebuah kekuatan bagi Indonesia untuk dapat maju menyongsong persaingan di masa datang.

Presiden juga menginstruksikan Korps Brimob untuk selalu menjaga kekompakan dan kehormatan dalam menjalankan setiap tugas negara. Serta selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan sebagai anggota Polri sehingga Korps Brimob akan semakin dipercaya, akan semakin dicintai oleh masyarakat,” tutup presiden.

Sedangkan arahan yang di berikan kepada para prajurit marinir agar dalam menjalankan tugasnya senantiasa menjadi perekat kemajemukan bangsa. Prajurit Marinir haruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara Indonesia.

“Sebagai Tentara Nasional, Prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Menurut Presiden, hanya satu yang dibutuhkan bagi para prajurit dalam menjalankan tugasnya, yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit. Kebanggaan dan harga diri haruslah dimiliki seorang prajurit dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kita tahu, loyalitas prajurit Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu pegangan bagi setiap prajurit Korps Marinir, yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit sejati,” ujarnya.

Dikesempatan lain persiapan yang dilakukan umat Islam tidaklah mengecewakan banyak kalangan yang anusias menyambut seruan bel agama, ini yang akan dilakukan umat dalam aksinya. Demo 25 November 2016 dan aksi tarik uang di bank (rush money) dalam jumlah besar, Seruan tarik uang di bank 25 November 2016 sudah digaungkan sejumlah tokoh agama di media sosial (medsos) dan aplikasi WhatsApp. Aksi tarik uang di bank pada hari yang sama diyakini mampu menggoyahkan perekonomian Indonesia.

Target Rush Money 25 November yakni menguras cadangan uang di bank sebesar Rp 100 triliun. Untuk mencapai target tersebut, para pengusaha muslim diminta menarik uangnya di bank dalam jumlah besar. Sedangkan masyarakat menengah ke bawah dianjurkan menarik uangnya di bank Rp 2 juta per orang.

“Rush Money akan menimbulkan tiga aspek, yakni ekonomi, sosial, dan politik. Akan timbul kekacauan dalam sistem perbankan. Bank akan kekurangan uang, sehingga menimbulkan gejolak ekonomi. Bank Indonesia (BI) akan kewalahan dan tidak mungkin mendistribusikan uang dalam jumlah banyak pada waktu bersamaan,” ujar Andy.

Benarlah apa yang disampaikan Aa Gym, “Ini urusan hati. Mereka terpanggil karena hatinya. Tak ada yang mampu menggerakkan mereka, parpol atau tokoh manapun.”

Beda lagi Dari Ponorogo Jawa Timur, Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) sudah menyiapkan 100 BUS Gratis untuk Aksi Bela Islam III. Berbondong-bondong Umat Islam mendaftar.

Muslim bali sudah menyiapkan 3 bis untuk berpartisipasi dalam aksi bela agam 111, Menurut Jawas, relawan Muslim Bali akan berangkat ke Jakarta untuk waktu selama lima hari, yakni dua hari perjalanan dan tiga hari di Jakarta. Namun bila memang diperlukan, maka waktunya akan ditambah sesuai dengan keperluan.

Hal serupa akan dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengerahkan massanya dalam rencana demonstrasi yang dilakukan pada 25 November 2016 di Istana Negara.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pihaknya akan menerjunkan sekira 1,7 juta anggota untuk melakukan mogok nasional di seluruh Indonesia.

“KSPI menganggap Ahok merupakan simbol dari pemilik modal sehingga supremasi hukum selalu diabaikan ketika bersinggungan dengan Ahok,” kata Said di kawasan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).

Ia melanjutkan, Ahok merupakan “Gubernur Upah Murah” yang selama ini melindungi para pemilik modal yang menyengsarakan kehidupan buruh di Ibu Kota. Ini adalah arogansi kekuasaan yang melindungi total para pemilik modal, “Simbol pemilik modal ada di Ahok, supremasi hukum selalu diabaikan, dan dia (Ahok) itu penista agama. Jika terus dibiarkan, ini sangat berbahaya,” pungkasnya.

Tuntutan yang belum selesai itu berlanjut pada kabar adanya demo susulan pada 25 November nanti. Ditambah lagi serentetan persoalan yang seolah mengabaikan aksi yang dilakukan Jokowi terhadap demontrasi.

Entah kenapa presiden seolah olah melindungi Ahok, gara-gara satu orang persatuan di negara ini menjadi terpecah. Kerukunan, kebinekaan yang selalu menjadi simbol negara di obrak abrik oleh perlakuan pemerinah yang melindungi dan memaksakan bahwa Ahok tidak bersalah.

 

(Ro)

%d blogger menyukai ini: