Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kisah Lina, TKI Asal Indramayu yang Dijual lalu Disiksa

Kisah Lina, TKI Asal Indramayu yang Dijual lalu Disiksa

kisah-lina-tki-asal-indramayu-yang-dijual-lalu-disiksa-sketsanews

Sketsanews.com – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Lina, warga Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meminta bantuan pulang ke Indonesia. Pasalnya Lina kerap mendapatkan penyiksaan dan nyaris diperkosa oleh majikannya di Irak.

Suami Lina, Kasman mengungkapkan Lina berangkat pada awal November 2014 yang diberangkatkan oleh salah satu agensi yang diduga ilegal ke Irak. Namun sesampainya di Irak, Lina malah dijual ke seorang majikan dengan harga sebesar USD5.000.

“Di majikan yang pertama selama kerja 18 bulan, Lina diperlakukan layaknya seperti budak, tak kala Lina meminta gaji, majikannya itu malah memberikan bogeman mentah kepada Lina dan tak jarang majikan laki-laki mencoba memperkosa serta sempat mendorong Lina dari tangga lantai dua hingga terjatuh ke lantai satu yang mengakibatkan bagian perut Lina merasa sakit,” paparnya, Kamis (17/11/2016).

Lebih lanjut, Kasman mengatakan tak puas dengan apa yang sudah dilakukan terhadap Lina, kemudian majikan pertama menjual Lina ke majikan kedua bernama Ahmed H Fyadh. Di majikan kedua Lina juga diperlakukan sama seperti budak.

Dalam kondisi sakit tetap disuruh untuk bekerja di tiga rumah dan tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi, ketika Lina meminta dipulangkan karena kondisi badannya sudah tidak mampu untuk bekerja Lina dimarahi dan majikan meminta ganti rugi sebesar USD5.000.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu istri saya yang sedang mengalami masalah dan pemerintah memfasilitasi kepulangan sampai ke kampung halaman,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Juwarih mengungkapkan, pihaknya akan secepatnya menindaklanjuti laporan dari kelaurga korban dengan menyurati ke KBRI Irak.

Juwarih mengaku tak sedikit warga Indramayu yang menjadi korban trafficking ketika memilih jalur ilegal menjadi TKI, selain faktor ekonomi ada beberapa faktor yang mendorong warga Indramayu memilih menjadi TKI secara ilegal.

“Seperti minimnya informasi tentang bagaimana menjadi TKI yang resmi, prosesnya mudah dan cepat, diiming-imingi uang fee dan gaji yang sangat besar, penegakan hukum untuk para perekrut yang tidak maksimal membuat tidak adanya efek jera bagi para trafficker dan tidak jelasnya peran pengawasan dari Dinas setempat terhadap perekrutan CTKI,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari Okezone.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: