Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News 3 Orang Kediri Paling Berpengaruh di Dunia

3 Orang Kediri Paling Berpengaruh di Dunia

Sketsanews.com – Siapa bilang Kediri hanya terkenal kampung Inggrisnya atau Monumen Simpang Lima Gumulnya saja, ternyata Kediri memiliki putra putri yang berhasil menoreh prestasi dan menjadi orang berpengaruh di Indonesia bahkan di dunia.

Mereka-mereka adalah putra putri Kediri yang patut untuk dijadikan contoh dan suri teladan bagi yang lain, termasuk muda mudinya. Bahka Kediri bukan hanya memiliki potensi wisata dan kebudayaan saja, melainkan sumber daya manusia yang dimiliki Kediri juga tergolong manusia unggul.

Siapa saja orang-orang  itu dan apa prestasi yang telah mereka buat. Berikut ada 3 orang Kediri yang paling berpengaruh di Indonesia maupun di dunia.

1. Tri Rismaharini

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

Mendengar nama Tri Risma, pasti kita tertuju pada sosok yang apa adanya, tegas, enerjik dan juga transparan. Sosok penting di balik suksesnya Surabaya ini telah menorehkan prestasi yang telah di akui Indonesia bahkan dunia. Namun tak banyak yang tahu bahwa dibalik kehebatan Tri Rismaharini dalam memimpin Surabaya ternyata beliau adalah asli orang Kediri.

Dr. (H.C.) Ir Tri Rismaharini, M.T. terkadang ditulis Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma (lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961; umur 54 tahun) adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai wali kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2016. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi dan merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

2. Jendral TNI Moeldoko

Jenderal TNI Moeldoko
Jenderal TNI Moeldoko

Jendral TNI (Purn.) Dr. Moeldoko (lahir di Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957; umur 59 tahun) adalah tokoh militer Indonesia. Ia menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

Sidang Paripurna DPR-RI pada tanggal 27 Agustus 2013 menyetujui jenderal asal Kediri tersebut sebagai Panglima TNI baru pengganti Laksamana Agus Suhartono. Ia adalah KSAD terpendek dalam sejarah militer di Indonesia seiring pengangkatan dirinya sebagai panglima.

Moeldoko merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa. Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetyaan XXIV tahun,  Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista.

3. Khoirul Anwar

Khoirul Anwar
Khoirul Anwar

Indonesia patut berbangga, karena penemu teknologi 4G adalah orang Indonesia, dialah Prof. Dr. Khoirul Anwar, yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Ia adalah Profesor muda kelahiran 1978 salah satu ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Khoirul Anwar adalah lulusan cumlaude Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2000. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doctor di tahun 2008.

Khoirul Anwar menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan kebutuhan energi yang lebih sedikit dalam keterbatasan kanal komunikasi. Ia mengurangi daya transmisi, hasilnya kecepatan data yang dikirim meningkat tajam.  Sistem ini mampu menurunkan energi sampai 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya.

Akan tetapi saat beliau mengemukakan teorinya, sejumlah pakar teknologi mengganggapnya ‘keblinger’ saat dia menjelaskan teorinya pada 2005 di Hokkaido, Jepang.

“Saat saya jelaskan, orang mengira saya gila. Teknologinya pada saat itu belum sampai situ,” kenang Khoirul seraya tertawa. Akan tetapi beliau mengaku cuek dan tidak menyerah untuk membuktikan teorinya. (sumber: transisikom)

Itulah ketiga orang asli Kediri yang telah meraih prestasi berkaliber Indonesia, bahkan dunia. Sebagai orang Kediri kita patutu bangga dengan Kediri, sebab Kediri bukan hanya melahirkan wisata, kuliner dan budaya yang bernilai tinggi, tapi Kediri juga memiliki putra putri yang berpotensi di Indonesia maupun di dunia, demkkian dilansir dari OrangKediri.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: