Sketsa News
Home Berita Terkini, News Istri Abu Sama: Jadi Begini Cara Polisi Menangkap, Tidak Jelas

Istri Abu Sama: Jadi Begini Cara Polisi Menangkap, Tidak Jelas

Rumah terduga teroris Wandi Supandi alias Abu Sama (39), yang diringkus Densus 88 di sebuah gerai Indomaret dekat rumahnya, Jumat (18/11) pagi tadi.
Rumah terduga teroris Wandi Supandi alias Abu Sama (39), yang diringkus Densus 88 di sebuah gerai Indomaret dekat rumahnya, Jumat (18/11) pagi tadi.

Sketsanews.com – “Disuruh ke polsek, tapi suami saya tak ada. Gimana sih polisi,” teriak Alfiah (39) di gang menuju rumahnya, sekitar pukul 13.00 tadi.

Dia sedang menggendong anaknya.

Mukanya terlihat marah.

Suaminya, Wandi Supandi alias Abu Sama (39) baru saja diringkus Tim Densus 88 di sebuah gerai Indomaret dekat rumah mereka, sekitar pukul 09.30.

Lalu rumah mereka di Kampung Pangkalan, RT 1/7, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, digeledah.

Baru kemudian Wandi dibawa pergi.

Seorang anggota Densus 88 sempat menyebut Wandi dibawa ke Polsek Kalideres.

Makanya Alfiah menyusul ke Polsek.

“Jadi gini toh cara polisi nangkep. Gak jelas,” teriak Alfiah.

Beberapa polisi yang sedang berjaga di depan rumah yang baru digeledah pun menengok.

Tapi Alfiah lekas masuk ke dalam rumah saudaranya, berada persis di sebelah rumah Abu Sama.

Alfiah pun sempat marah ke sejumlah wartawan di sana.

“Apa lagi ini wartawan. Gak butuh,” kata Alfiah.

Setelah itu dari dalam rumah terdengar suara tangisan.

Beberapa perempuan lain di rumah itu lalu kelihatan masuk ke sebuah kamar dimana tangisan muncul.

Beberapa saat kemudian tangisan itu berhenti.

Abu Sama diringkus Tim Densus 88 sekitar pukul 09.30.

Dikutip dari Tribunnews, saat diringkus dia sedang menggendong anaknya dan baru keluar dari sebuah gerai Indomaret.

Setelah rumahnya digeledah, petugas menemukan buku-buku tentang jihad tulisan abu bakar baasyir, serta sejumlah buku lainnya.

Ditemukan pula formulir pendaftaran sebuah pengajian bernama fi’ah.

Serta didapat pula beberapa bungkus paku, kabel, dan pipa-pipa.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: