Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ini Kronologi Ditembaknya Begal di Bandung

Ini Kronologi Ditembaknya Begal di Bandung

2339978

Sketsanews.com – AM alias Odon residivis begal ditembak setelah melukai petugas dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Ini dia kronologi penembakan dalang aksi begal di kawasan wilayah Coblong.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Winarto mengatakan, penangkapan terhadap AM alias Odon berawal dari pengembangan setelah diamankanya tiga pelaku curas atau begal di wilayah hukum Coblong, uaknoi BY alias Obay, BY alias Iday, dan AD Alias Adit, pada Rabu (16/11/2016).

“Dari keterangan mereka, setiap beraksi bersama AM alias Odon dengan mengguna motor Mio Hitam,” katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (18/11/2016).

Kemudian, tim Prabu Polrestabes Bandung, Kamis (17/1/2016) melakukan pengejaran terhadap AM alias Odon. Saat melintas di kawasan Babakan Siliwangi, Jumat (18/11/2016) sekitar pukul 03.00 WIB, tim berpapasan dengan orang yang dicurigai bernama Odon sesuai dengan ciri-ciri yang telah dikantongi.

Selanjutnya, tim pun menghampiri AM dan menyuruhnya berhenti di pinggir jalan. Tapi, saat itu AM berupaya melawan dan mau melarikan diri, padahal petugas sudah dua kali memberikan tembakan peringatan ke udara.

Namun, Winarto menyebutkan, tersangka malah tetap melarikan diri. Tim pun langsung melakukan pengejaran dan membenturkan motor petugas ke motor tersangka. Tapi tidak disangka, justru AM menyabetkan sajam ke arah badan petugas, bahkan melukai lengan sebelah kirinya.

“Karena membahayakan anggota. Tersangka langsung ditembak di dada, tapi terus melawan. Akhirnya ditembak lagi hingga tersungkur,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Inilah.

Kemudian tersangka dibawa ke RS Polri Sartika Asih dan meninggal saat dalam perjalanan. Saat ini jenazah masih diautopsi oleh tim kedokteran kepolisian.

Adit salah seorang pelaku, dirinya menjadi otak dari kawanan curas ini. Adit mengaku dirinya bersama tiga rekan lainnya, yang melakukan aksi curas terhadap mahasiswa ITB.

“Kita pepet korban, dan lansung mukul korban dengan samurai,” jelasnya.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: