Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pohon di Jl Setail Picu Kecelakaan, Praktisi Hukum: Jangan Salahkan Warga!

Pohon di Jl Setail Picu Kecelakaan, Praktisi Hukum: Jangan Salahkan Warga!

pohon-di-jl-setail-picu-kecelakaan-praktisi-hukum-jangan-salahkan-warga-sketsanews

Sketsanews.com – Pohon di lajur kiri Jalan Setail, Wonokromo yang memakan korban pengendara motor menuai keprihatinan. Karena telah merenggut nyawa, Pemkot Surabaya diminta tidak tinggal diam.

Pohon di depan area Kebun Binatang Surabaya (KBS) itu memang cukup lama terkesan dibiarkan di lajur kiri jalan yang baru saja dilebarkan.

Pudji Santoso (68), warga Wonokromo yang mengendarai motor kecelakaan tunggal dan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Motor yang dikendarai pria yang bekerja sebagai tukang perbaikan mesin fotokopi ini menerjang pohon yang posisinya memang menganggu pengguna jalan.

“Sebagai pemerintah, diminta atau tidak diminta pun harus bertanggungjawab,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 Prof Dr AgusSukriyanto, Jumat (18/11/2016).

Bagi Agus, pohon yang tersisa di jalan raya itu bagian yang tak terpisahkan dari proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah kota. Sehingga jika merugikan warganya, harussnya ada pertanggungjawaban, imbuh dia.

Ia menambahkan, terkait kecelakaan yang dialami warga di Jalan Setail karena disebabkan pohon tersebut yang memiliki kewenangan adalah kepolisian.

“Kita lihat tataran peristiwa yang terjadi, dan yang lebih tahu polisi,” katanya.

“Tetapi harus ada tanggungjawab di pelaksana kebijakan itu. Tidak semata-mata pengendara yang disalahkan,” tuturnya.

Agus mengatakan, masyarakat bisa mengadu ke pihak yang mengimplementasikan kebijakan. Jika ada aduan dari masyarakat, berarti ada kesalahan pada pelaksanaan di lapangan yang merugikan masyarakat.

“Pertanggungjawaban secara horizontal kepada masyarakat. Karena fungsinya dia memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ternyata pelayanannya tidak sesuai atau melibatkan celaka orang lain, masyarakat bisa mengadu,” tandasnya.

Pantauan detikcom, tim Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dibantu Satpol PP telah memangkas dan menebang batang pohon ‘berbahaya’ itu. Namun, untuk menggusur pohon dari jalan raya, belum bisa dilakukan karena menunggu alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum.

Hingga Pukul 18.00 Wib, pohon yang sudah gundul tersebut masih berdiri di tempat semula. Sayangnya, di sekitar pohon yang sudah sering menimbulkan kecelakaan ini tidak dipasang tanda atau rambu peringatan.

Di Jalan Setail ada enam pohon yang akan akan digusur. Pohon-pohon ini adalah sisa dari pelebaran jalan di jalan yang menghubungkan Wonokromo ke Jalan Ciliwung melalui depan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Sebelumnya di sepanjang Jalan Setail ini dipenuhi lapak atau bangunan milik pedagang. Setelah ditertibkan, Pemkot Surabaya menjadikan Jalan Setail lebih lebar dan aspalnya mulus. Sayangnya, enam pohon ini terlambat digusur dan sebaliknya memakan korban jiwa.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: