Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tersangka bom Samarinda belajar rakit bom otodidak

Tersangka bom Samarinda belajar rakit bom otodidak

Sketsanews.com – Polri masih menutup rapat peran masing-masing tujuh orang tersangka termasuk Johanda (33), dalam peledakkan bom di gereja Oikumene, Minggu (13/11) pagi lalu. Namun demikian, ketujuh tersangka ini berlatih merakit bom, sebelum Johanda mengeksekusi bom itu.

tersangka-bom-samarinda-belajar-rakit-bom-otodidak

Dikutip dari Merdeka.com “Ketujuh orang tersangka ini terlibat dalam perencanaan, pembuatan bom, pembelian bahan, melaksanakan hingga mengeksekusinya,” kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin, kepada wartawan, di mako Brimob Polda Kalimantan Timur, Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda, Sabtu (19/11).

Dicecar pertanyaan peran dari masing-masing ketujuh tersangka, Safaruddin enggan bicara panjang lebar. Dia hanya memastikan, ketujuh tersangka terlebih dulu berlatih bersama merakit bom berdaya ledak rendah itu.

“Sebelumnya dilakukan pelatihan untuk merakit itu. Karena tujuh orang ini masih kita kembangkan,” ujar Safaruddin.

“Mereka ini terlibat jaringan apa, bagaimana jaringan mereka, belum waktunya saya sampaikan. Ini masih dikembangkan lagi, untuk yang lebih besar lagi,” tambah dia.

Safaruddin juga enggan menjelaskan jenis bom yang digunakan para pelaku, berikut dengan bahan-bahannya. “Untuk jenis bom dan bahannya, belum bisa saya sampaikan,” sebutnya.

“Jadi, sebagaimana saya sebutkan sebelumnya, ada 19 saksi diperiksa, dan tujuh orang diantaranya ditetapkan jadi tersangka. Selebihnya, tidak memenuhi persyaratan hukum dan dugaan pidana, untuk dijerat sebagai tindak pidana,” ungkap Safaruddin.

Safaruddin mengatakan Densus 88 antiteror mengamankan beberapa barang bukti, seperti buku.

“Ya, buku-buku. Tidak bisa saya sebutkan satu persatu, nanti jadi bahan pelajaran masyarakat,” ungkap Safaruddin.

“Apakah dua orang yang diamankan kemarin di Penajam Paser Utara menjadi otak peledakkan, yang jelas tujuh orang itu ada saling keterlibatan dalam perencanaan,” jelasnya.

Pascaledakan bom kepolisian Samarinda, lanjut Safaruddin, semakin meningkatkan kewaspadaannya, baik di kepolisian di Kalimantan Timur, maupun di Kalimantan Utara yang masih menjadi wilayah kerja Polda Kalimantan Timur.

“Masih kita waspadai di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kita bersatu padu, bagaimana lebih memberdayakan RT, RW dan Babinkambtibmas sebagai barisan terdepan di tengah masyarakat,” demikian Safaruddin.

Diketahui, tujuh orang tersangka sekira pukul 08.42 WITA dibawa ke bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, untuk diterbangkan di mabes Polri. Personel Densus 88 antiteror mengawal ketat mereka.

Namun hingga meninggalkan mako Brimob di Samarinda, hanya terlihat lima dari tujuh tersangka naik ke atas bus Brimob. Para tersangka mengenakan penutup kepala, dan baju tahanan dengan kondisi tangan terborgol. Di antaranya, terdapat Johanda (33), sang eksekutor bom di depan gereja Oikumene.

(As)

%d blogger menyukai ini: