Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tito Minta Aksi 2 Desember di Gelar di Monas Saja

Tito Minta Aksi 2 Desember di Gelar di Monas Saja

Massa semakin memenuhi jalan Juanda Raya menuju masjid istiqlal, Jumat (4/11/2016).
Massa semakin memenuhi jalan Juanda Raya menuju masjid istiqlal, Jumat (4/11/2016).

Sketsanews.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyarankan masyarakat yang berencana melakukan aksi unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 mendatang untuk mencari tempat alternatif selain di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Kalau dilakukan di jalan raya protokol dan Sudirman-Thamrin, Undang-undang sudah jelas menyatakan tidak boleh. Karena mengganggu ketenteraman hukum, banyak masyarakat berkepentingan nanti kena macet,” ucap Tito saat mengunjungi Majelis Taklim Islamic Center Indonesia (ICI), di Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Tempat alternatif seperti di lapangan Monas atau Masjid Istiqlal dinilai Tito lebih layak dari untuk menyampaikan aspirasi saat unras mendatang.

“Lakukan saja di tempat yang lebih afdol, di Masjid Istiqlal ada, di Lapangan Monas ada, banyak tempat yang tidak mengganggu,” dikutip dari Tribunnews

Tito menambahkan aspirasi dan pendapat memang diperbolehkan bagi semua warga negara asalkan dijalankan sesuai dengan aturan.

“Sepanjang dilakukan dengan aturan dan undang-undang yang ada silakan saja,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Mu­narman, menyampaikan aksi Bela Islam jilid 3 akan berlangsung hari Jumat, 2 Desember 2017 mendatang.

Aksi bertajuk ‘Persatuan dan Doa untuk Negeri’ itu dikatakan olehnya tidak akan diisi orasi yang bisa memancing provokasi.

Munarman yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), mengatakan, aksi damai dilakukan karena Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hingga kini belum ditahan pasca-ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Baca: Kapolri Imbau Aksi Bela Islam Jilid 3 Tidak Dilakukan di Bundaran HI
“Aksi damai berdoa untuk negeri. Kami akan punya tagline bersatu dan berdoa untuk negeri. Aksi ini untuk mempersatukan Indonesia dan mendoakan Indonesia agar selamat, tidak tercerai-berai,” kata Munarman, di Jakarta, Jumat.

Aksi damai tersebut akan dilakukan dengan salat Jumat bersama, dengan posisi imam berada di Bundaran HI.

Sebelum salat Jumat, doa bersama akan dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Tri

%d blogger menyukai ini: