Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Opini Ada Apa Dengan TNI, Polri Dan Ahok?

Ada Apa Dengan TNI, Polri Dan Ahok?

images

Sketsanews.com – Sejak Presiden Joko Widodo menyebut ada aktor politik yang mendompleng aksi demo besar-besaran pada 4 November, isu adanya upaya makar dan penggulingan pemerintahan yang sah berhembus semakin kencang.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga sudah waspada, dengan upaya-upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah. Yakni pemerintahan Jokowi-JK dengan menggunakan kasus dugaan penistaan agama, yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.

Karena Ahok sedang menjalani proses hukum, maka seharusnya tidak perlu lagi ada aksi demonstrasi. Jika nanti massa tetap melakukan demo, Tito beranggapan aksi tersebut bukan bertujuan mengadili Ahok, namun sangat kental nuansa politis. Sejak awal Tito sudah memberi sinyal bakal menindak tegas.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, seluruh prajuritnya siap mengantisipasi agenda tersembunyi, dalam demonstrasi lanjutan perkara penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gatot menyatakan akan menindak tegas para demonstran, yang mengarah pada tindakan makar. Dia mengatakan, para prajuritnya siap menghadapi para demonstran dan menyebut tugas itu sebagai jihad.

“Prajurit TNI sejak dia masuk, dia sudah memenuhi syarat untuk melakukan jihad. Prajurit saya bukan penakut, setiap akan melakukan tugas, (mereka) berebut. Mereka ingin jadi pahlawan,” kata Gatot di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Gatot memerintahkan seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk melindungi masyarakat. Menurutnya, ketenangan masyarakat tidak boleh diganggu hanya karena kepentingan segelintir atau sekelompok orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Bila itu tindakan makar, itu bukan hanya tugas polisi. Pangkotama saya minta siapkan prajurit-prajuritnya untuk dilatih,” kata dia.

Ia menambahkan, intelijen TNI dan Polri juga sudah memetakan pihak-pihak yang menjadi otak perancang demonstrasi hingga para pelakunya. Prajuritnya akan mencegah demo yang bisa berubah menjadi aksi perusakan fasilitas umum dan penjarahan.

“Tadi teleconfrence dengan Kapolda, Danrem, Pangdam, Danlanud, Pangkotama, semua pejabat TNI di semua daerah. Saya perintahkan anggota TNI juga Polri, kita tujuannya untuk wujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Gatot.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu memastikan, dalam pengamanan demonstrasi nanti prajuritnya tidak akan menggunakan senjata saat berhadapan dengan para demonstran. Termasuk ketika ada demonstran yang melawan aparat dengan senjata. Hal itu dilakukan agar TNI agar tidak dituding melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Apabila ada kelompok yang akan jihad bersenjata, akan kita lawan dengan tidak bersenjata dengan tangan kosong, tapi saya perintahkan rampas senjatanya kembalikan, saya tidak melanggar HAM,” ujarnya.

Gatot juga sudah memerintahkan jajarannya tidak ragu menindak tegas para pihak yang membuat gaduh aksi demo tersebut. Bahkan, TNI dan Polri akan mencari aktor di balik aksi itu jika kerusuhan terjadi.

“Kalau ada penjarahan jangan ragu-ragu untuk tindak tegas, TNI dan Kepolisian untuk cari temukan siapa pun yang ajak demo, sutradara dan aktornya, mereka yang akan tanggung jawab,” ucap Gatot.

Dia menegaskan prajurit TNI siap mengamankan aksi unjuk rasa bersama Polri demi menjaga keamanan dan ketertiban, serta melindungi semua lapisan masyarakat.

Demonstrasi lanjutan rencanaya akan diadakan pada 25 November di Gedung DPR RI. Seminggu berikutnya, aksi juga akan dilakukan pada 2 Desember di depan Bundaran Hotel Indonesia oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

Ada apa dibalik sikap TNI dan Polri yang seolah-olah melindungi penista agama Ahok? Sudah jelas dan tidak hanya sekali Gubernur DKI itu melakukan pelanggaran Undang-Undang? Apakah ini ada hubungannya dengan dana hibah yang akan diberikan Ahok kepada TNI dan Polri?

Apakah TNI yang mengayomi rakyat sekarang telah berubah menjadi penumpas rakyat. Bila benar pada Demo Damai III besok TNI dan Polri akan memerangi rakyat dengan alasan jihad, akan sangat memalukan sekali dimata dunia Internasional.

Rakyat hanya memastikan, agar Ahok yang tersangka penistaan agama tersebut tidak akan lolos dari jerat hukum. Sehingga pemerintah memang selalu harus diingatkan. Karena banyak kasus Ahok yang hilang bila sudah didiamkan.

Jokowi seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat membuat suasana menjadi tambah kacau, yang mengatakan adanya pihak ketiga yang ikut menunggangi aksi 4/11. Apabila dalam aksi Demo Damai III nanti terjadi kerusuhan antara TNI,Polri dengan pendemo, Maka yang bertanggung jawab adalah Jokowi. (Ek)

%d blogger menyukai ini: