Sketsa News
Home Berita Terkini, News Plt Gubernur DKI Kecewa Listrik 26 SMA Diputus, Tak Ingin Kasus Terulang

Plt Gubernur DKI Kecewa Listrik 26 SMA Diputus, Tak Ingin Kasus Terulang

plt-gubernur-dki-kecewa-listrik-26-sma-diputus-tak-ingin-kasus-terulang-sketsanews

Sketsanews.com – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyesalkan diputusnya aliran listrik di 26 SMA/SMK gara-gara tunggakan pembayaran tagihan. Sumarsono memastikan kasus ini sudah ditangani sehingga aliran listrik kembali hidup.

“Kemarin sudah dilaporkan dari 26 (sekolah), 24 (sekolah) listrik sudah menyala langsung. Jadi tidak sampai 6 jam menyala,” ujar Sumarsono kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

Agar tak terulang, Sumarsono (Soni) memerintahkan jajaran Biro Tata Pemerintahan dan Biro Hukum Pemprov DKI untuk menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan PT PLN (Persero). MoU dibuat agar PLN memberi jaminan tidak memutus aliran listrik untuk sekolah.

Soni memastikan tunggakan bayaran tagihan listrik 26 sekolah sebesar Rp 3 miliar sudah dibayarkan kepada pihak PLN. Uang pembayaran ini berasal dari pencairan dana biaya operasional pendidikan (BOP) yang bersumber dari APBD.

“Jangankan besok. Sekarang dibayarkan pun juga bisa, enggak masalah. Tagihannya cuma sedikit, hanya Rp 3 miliar,” sambungnya, sebagaimana dikutip dari Detik.

Menurut Soni, tunggakan pembayaran terjadi karena dana BOP yang harusnya dialokasikan ke sekolah negeri terhambat gara-gara kesalahan input anggaran. Gara-gara dana BOP tidak cair, maka pembayaran tagihan listrik tertunda dan bertumpuk hingga akhirnya listrik diputus.

“Jadi matinya listrik kemarin karena ada konsep e-budgeting dalam tahap perencanaan itu salah inputting. Itulah kelemahan teknologi, kalau inputting salah maka outpunya juga salah. Karena input, process, dan output,” imbuh dia.

Karena kesalahan input ini, anggaran BOP untuk pembayaran kebutuhan listrik tidak teralokasikan. “Kebutuhan listrik bulanan itu belum dimasukkan. Nah ini prosesnya. Jadi kalau belum dimasukkan outputnya mau bayar apa?” katanya.

Sebelumnya Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan ada 8 SMA/SMA di Jakarta Timur yang diputus aliran listriknya. Kedelapan sekolah tersebut yakni SMAN 48, SMAN 51, SMAN 104, SMAN 93, SMAN 9, SMAN 42, SMKN 10 dan SMKN 22.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: