Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Suryo Prabowo: Makar Butuh Syarat dan Proses

Suryo Prabowo: Makar Butuh Syarat dan Proses

suryo-prabowo-sketsanews

Sketsanews.com –  Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tentang ada rencana makar pada dua aksi demo pada pekan ini dan 2 Desember mendatang, mendapat reaksi dari banyak pihak. Salah satunya adalah tanggapan dari mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal Suryo Prabowo.

Berbicara kepada Rimanews, Suryo menjelaskan, makar tidak akan terjadi begitu saja karena ada syarat-syarat dan prorse yang harus dipenuhi. Antara lain ada dukungan negara asing dan currency war alias perang mata uang.

“Sukarno dan Soeharto jatuh karena diawali dengan penurunan kurs. Siapa yang diuntungkan kalau sekarang ada makar?” kata Suryo.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri Senin lalu, Tito didampingi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menyatakan, TNI dan Polri menengarai ada rencana makar di balik demonstrasi yang bakal digelar sejumlah organisasi massa pada 25 November dan 2 Desember mendatang.

Menurut Tito, pada aksi demo 25 November,ada upaya tersembunyi dari kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR tapi dia menyebutkan jati diri kelompok tersebut.

Untuk demo 2 Desember, Tito menyatakan, bukan lagi murni semata kasus hukum dugaan penistaan agama dengan tersangka calon gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Tapi ada upaya-upaya, rapat-rapat yang sudah kita pelajari, dengan agenda-agenda politik lain di antaranya adalah upaya untuk melakukan makar,” katanya.

Hanya beberapa jam setelah pernyataan itu dikeluarkan, Anggota Komisi I DPR RI, Salim Mengga menyayangkan pernyataan Tito. Menurutnya, Tito tidak bisa serta merta mengatakan (demo) yang akan dilakukan sebagai perbuatan makar, sepanjang pelaksanaannya sesuai undang-undang.

Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun bahkan menilai pernyataan Tito sebagai sesuatu yang berlebihan. Dia mencermati demo 2 Desember hanya aksi yang menginginkan tegaknya keadilan atas kasus penistaan agama.

Kemarin, Imam Besar FPI Habib Rizieq, seperti dikutip oleh Sekjen MUI Anwar Abbas, mengatakan, pada aksi demo mendatang, FPI akan melakukan aksi damai dengan zikir di sepanjang jalan protokol dan hanya fokus agar Ahok segera ditahan.Rizieq juga menyampaikan tidak akan melakukan makar.

Menurut Suryo, syarat makar lainnya adalah ada dukungan dari masyarakat luas, tapi hingga kini syarat-syarat itu tidak terlihat. Kasus Ahok menurutnya, tidak cukup membuat orang bergerak melakukan makar.

“Kapolri jangan memancing-mancing. Kalau dipancing-pancing nanti malah masyarakat marah dan demo besar-besaran,” katanya.

Suryo juga menilai, sebagai kapolri, Tito tidak matang sehingga mengeluarkan pernyataan yang justru meresahkan. “Dia masih anak kecil, banyak seniornya, lima tahun di atas dia,” ujar Suryo.

Dia menyarankan, daripada membuat pernyataan dan menuding ada makar, Tito lebih baik segera menahan Ahok.”Kalau Ahok tidak ditahan masyarakat akan bertanya-tanya. Pelaku penista agama yang lain saja ditangkap dan ditahan, ini (Ahok) kok enggak,” kata dia.

Dia juga menilai, kasus Ahok, tidak ada hubungannya dengan makar. “Ahok menista agama. Itu sudah jelas,” katanya.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: