Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Apa Rush Money Berdampak Bagi Indonesia

Apa Rush Money Berdampak Bagi Indonesia

rush-money-sketsanews

Sketsanews.com – Sepertinya baru akhir-akhir ini kita baru mendengar isu rush money yang sebelumnya mungkin kita sangat asing dengan istilah itu. Mungkin istilah rush monay itu baru muncul setelah aksi damai pada tanggal 4 November 2016 dengan maksud pembelaan terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh umat islam dalam rangka untuk menuntut keadilan terhadap pelaku penista agama yang dilakukan Gubernur non aktif DKI Jakarta Ahok.

Rencana ini diangkat oleh masyarakat yang ingin melakukan rush money, karena merasa kecewa dengan penyelesaian kasus penistaan agama. Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Namun sikap kepolisian itu dirasa masih belum memuaskan. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah semestinya ditahan. Bagaimana mungkin tersangka tidak dihukum? Padahal tersangka pada kasus lain ketika sudah ditetapkan sebagai tersangka maka langsung ditangkap Bahkan beberapa kasus yang oknumnya sudah ditangkap walau setatusnya masih dugaan, bahkan seorang siono-pun kehilangan nyawanya padahal hanya sebagai terduga.

Setelah aksi damai 4 November lalu atau yang disebut aksi damai 411itu, mulai terdengar isu bahwa sebagian besar rakyat Indonesia akan melakukan rush money, jika memang proses hukum yang ditegakkan terhadap tersangka penista agama tidak berjalan secara adil.

Biasanya rush monay dilakukan ketika kinerja bank semakin buruk atau saat stabilitas perekonomi terpuruk. Hal ini dikarnakan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank, sehingga masyarakat akan menarik uangnya dengan cepat karena khawatir akan hilang dan tidak kembali lagi. Tak berhenti di sana, rentetan masa­lah pun akan bermunculan ketika bank mengalami gagal bayar. Ketika suatu bank jatuh bisa berdampak sistemik ke bank lainnya. Harus dipahami, perbankan adalah industri yang sangat ber­korelasi dengan kepercayaan.

Secara singkat pengertian rush money adalah suatu tindakan menarik uang secara serentak pada tabungannya masing-masing dalam jumlah yang besar bahkan tidak menyisakan sedikitpun pada tabungannya. Rush Money akan menimbulkan kekacauan dalam sistem perbankan. Bank akan kekurangan uang, dan akan menimbulkan gejolak ekonomi. Bank Indonesia (BI) akan kewalahan dan tidak mungkin mendistribusikan uang dalam jumlah banyak pada waktu bersamaan. Hal ini juga akan menimbulkan keresahan di masyarakat karena bank akan kesulitan memenuhi permintaan masyarakat yang begitu tinggi karena bank hanya mencadangkan 5 s.d 10% dana Cash saja dari total dana pihak ketiga, yaitu dana nasabahnya.

Rush Money di Indonesia sudah pernah terjadi ketika krisis moneter tahun 1997-1998, dimana Bank Central Asia (BCA) dihantam oleh nasabahnya yang secara tiba-tiba menarik uang mereka secara besar-besaran, hingga akhirnya BCA sempat kolaps dan harus mendapatkan suntikan dana segar dari pemerintah. Setelah kejadian krisis ekonomi tahun 1997-1998 berlanjut dengan krisis politik dan sosial yang berhujung dengan tumbangnya rezim pemerintahan Soeharto.

Ketika bank itu sudah mengalami kekacauan maka akan timbul keresahan di masyarakat. Bahkan mengurangi kepercayaan kepada pemerintah dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Dimana dengan adanya gerakan Rush Money, maka para aktor politik yang menjadi pendukung pemerintah bisa saja menarik dukungannya kepada pemerintah yang sah.

Jika memang pergerakan rush money itu disebabkan atas ketidak puasan dari hasil penegakan hukum, maka itu hal yang sangat wajar. Karena masyarakat tidak akan melakukan hal semacam itu jika pemerintah tidak melakukan hal yang salah, ketidakadilan, serta ketidaktegasan pemerintah dalam penegakan hukum.padahal sejatinya Indonesia ini adalah negara hukum. Masyarakat tidak akan melakukan rush money jika mereka tidak ada kekecewaan yang dirasakan atas perlakuan tidak adilnya terhadap peraturan-peraturan dan hukum yang sudah disepaki dalam suatu Negara tersebut.

Rush money merupakan ancaman terbesar yaitu perkara perang antara uang lawan uang dalam mempengaruhi kekuasaan.Inilah perang uang melawan uang. Jalan yang satu mempengaruhi kekuasaan lewat suap-menyuap, mengatur suara untuk mengendalikan kebijakan dan kekuasaan, sedangkan yang satunya lagi menekan dengan menarik uangnya sendiri dari perbankan.

Telah kita saksikan berapa banyak peserta pada aksi damai 411 lalu, akan tetapi kedatangan mereka di depan istana negra tidak dihadiri oleh bapak presiden. Padahal mereka peserta aksi damai disaat itu ingin menyampaikan sebuah pesan singkat “adili si penista agama”.

Memang benar, suara rakyat lebih rendah jika dibanding dengan suara para penjabat. Akan tetapi perlu diingat bahwa suara yang rendah inilah anda bisa diangkat menjadi Presiden yang memimpin negara ini, apakah ini balasan yang anda berikan kepada kami rakyat kecil? Rush money adalah sebuah ancaman serta teguran keras terhadap pemerintah agar bisa bijak dalam menegakkan sebuah hukum yang berlaku pada negara ini.

Pada era demokrasi ini kekuatan uang sangat menentukan jalannya kekuasaan, tingginya biaya politik membuat kandidat melakukan ketundukan serta kepatuhan bahkan sungkeman kepada para pemodal yang memiliki jaringan korporasi. Imbasnya pada kekuasaan yang dipercayakan oleh rakyat kepada seorang pejabat, serta jalannya pemerintah akan tersita dan dikendalikan oleh kaum pemodal.

Melakukan rush money di situasi ekonomi Indonesia yang sedang baik akan membuat negeri ini mengalami kemunduran. Jika sampai stabilitas ekonomi menurun maka masyarakat Indonesia lah yang akan terganggu. Apalagi mereka yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Kehidupan yang dijalankan akan semakin mencekik.

(im)

%d blogger menyukai ini: