Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Guru Besar Unpad: UU ITE Tepat Diterapkan pada Ahok Bukan pada Buni Yani

Guru Besar Unpad: UU ITE Tepat Diterapkan pada Ahok Bukan pada Buni Yani

Guru Besar Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita
Guru Besar Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita

Sketsanews.com – Guru Besar Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita menyesalkan penetapan status tersangka yang dilanjutkan dengan penahanan terhadap Buni Yani, pengunggah video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menista agama.

Menurut Romli, Pasal 28 ayat (2) UU ITE lebih tepat ditetapkan kepada Ahok, bukan pada Buni Yani. “Pasal 28 ayat(2) UU ITE tepat diterapkan pada Ahok bukan pada Buniyani karena timbulnya rasa kebencian atau permusuhan bukan dari ybs tapi dari ucapan Ahok,” tegas Romli di akun Twitter ‏@rajasundawiwaha.

Romli menyatakan, konten kebencian atau permusuhan dalam pasal 28 (2) UU ITE penyebabnya bukan perbuatan mengungguhnya. “Buniyani meneruskan pernyataan Ahok melalui medsos apa salahnya? kalau soal peniadaan kalimat ‘pakai’ tidak ada perbedaan makna penodaan agama. Tidak logis jika Buniyani yang beragama Islam menghendaki kebencian terhadap agama yang dianutnya,” jelas @rajasundawiwaha.

Dikutip dari Intelijen, soal penahanan Buni Yani, @rajasundawiwaha menulis: “Buniyani tidak @perlu ditahan cukup diperingati saja karena makna penodaan agama tetap saja ada walau kalimat ‘dipakai’ dihapuskan/tidak dihapuskan.”

Sebelumnya, Buni Yani resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena dianggap melanggar UU ITE dengan mengunggah video ucapan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Surah Al-Maidah Ayat 51.

Dijelaskan bahwa tuduhan dari pelapor atas pencemaran nama baik dan SARA sudah terpenuhi terkait dengan pidananya atas penghasutan dan SARA. Atas perbuatannya, Buni Yani dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: