Sketsa News
Home Berita Terkini, News Jelang Aksi Besok, Ratusan Brimob Siaga dan Dirikan Tenda di DPR

Jelang Aksi Besok, Ratusan Brimob Siaga dan Dirikan Tenda di DPR

Suasana di depan Gedung DPR, aparat kepolisian tampak santai didalam tenda. (GoNews/Muslikhin)
Suasana di depan Gedung DPR, aparat kepolisian tampak santai didalam tenda. (GoNews/Muslikhin)

Sketsanews.com – Jelang aksi 25 November 2016 yang diperkirakan akan melakukan orasi di DPR dan Istana, sejumlah personil Brimob Polda Metro sudah mulai melakukan berbagai persiapan, Rabu (24/11/2016).

Dari pantauan GoNews pada Rabu Sore di Gedung DPR RI, Senayan, sejumlah personil yang didominasi dari satuan Brigade Mobile Polda Metro Jaya sudah mendirikan tenda-tenda. Ada sekitar 20 tenda yang berada persis disamping Gedung Kura-kura DPR. Terlihat juga beberapa kendaraan Barakuda dan mobil Water Canon yang stanbay.

Beberapa personil bersenjata lengkap juga stanbay dibeberapa sudut seperti pintu masuk, pintu keluar dan lokasi-lokasi strategis lainya. Disamping itu, terlihat juga aparat Kepolisian yang memanfaatkan waktu istirahat dengan bermain bola volly, futsal dan ada pula yang melakukan olahraga ringan mengelilingi lapangan yang berada di depan Gedung Komisi X DPR.

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah personil tersebut, namun dari informasi yang diterima GoNews.co, dari beberapa anggota Brimob yang kebetulan sedang istirahat, diperkirakan mencapai tiga ribuan termasuk pasukan dari Marinir yang akan menyusul besok Jumat (25/11/2016).

Tidak hanya Brimob, sejumlah Anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR juga terlihat berbeda, mereka tampak siaga diberbagai titik. Bahkan kata mereka (Pamdal, red) mulai esok hari akan melakukan pemeriksaan terhadap siapapun yang masuk ke DPR. Pemeriksaan tersebut mulai dari barang bawaan dan wajib menggunakan ID card termasuk wartawan.

“Yang tidak memakai ID card baik itu Pegawai atau Wartawan besok tak bisa masuk mas,” pesan petugas Pamdal tersebut.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga saat ini mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan pada aktor di balik dugaan makar pada aksi lanjutan dari demo 25 November 2016, karena pihak kepolisian sudah menerima kabar kalau ada agenda tersembunyi dalam aksi yang diberitakan akan berlangsung pada 25 November 2016 tersebut.

Guna mengantisipasi hal itu, Kapolri mengungkap kalau pihaknya sudah melaksanakan penyelidikan secara terus menerus, bahkan rapat juga sudah dilakukan secara berulang-kali. Meski demikian, sampai sekarang ini Tito tak mengungkap aktor atau grup yang diduga memiliki rencana buat melengserkan pemerintahan yang sah. Ia cuma mengungkap kalau rapat-rapat yang sudah di gelar itu terkait kompentensi Gedung DPR serta memotori kelompok massa tertentu.

Sebagai aksi lanjutan dari demo sebelumnya, aksi demo lanjutan pada 25 November dan 2 Desember 2016 tersebut berniat untuk mendesak pihak kepolisian agar segera menahan Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap kali dipanggil Ahok. Mengingat Ahok sendiri telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Berkaitan dengan aksi tersebut, para peserta unjuk rasa rupanya telah melayangkan surat untuk meminta izin dalam menyuarakan aspirasinya di depan Gedung DPR-MPR.

“Memang benar, para peserta aksi sudah resmi memberikan surat terkait aksi besok, untuk itulah kita sudah stanbaykan beberapa personil Brimob disana,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Boy Rafli Amar saat dihubungi Kamis (24/11/2016) sore.

Terkait pengamanan tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang ditemui GoNews.co mengatakan, pihaknya menyangkan sikap Pemerintah yang dianggap berlebihan. “Janganlah mempertontonkan rasa tidak aman. Karena sampai hari ini DPR juga aman-aman saja,” ujarnya.

Apalagi kata Fahri, sampai-sampai aparat Kepolisian membuka tenda-tenda di Depan DPR. “Iya seperti mau perang saja. Okelah tujuan untuk antisipasi tapi jangan berlebihan lah,” pintanya.
(Wis)

%d blogger menyukai ini: