Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pengamat: Kapolri itu Lulusan Doktor Singapura, Tapi Kok Memberikan Informasi Sesat Tentang Makar

Pengamat: Kapolri itu Lulusan Doktor Singapura, Tapi Kok Memberikan Informasi Sesat Tentang Makar

screenshot_11

Sketsanews.com – Pernyataan Kopolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut sumber informasi adanya rencana makar dari Google, menuai cibiran.

Pengamat politik Ahmad Yazid menyatakan, seharusnya Kapolri tidak memberikan pernyataan yang menyebut sumber informasi makar dari Google. “Setelah Kapolri menyatakan seperti itu para pengguna media sosial banyak mencibir Kapolri Tito Karnavian,” papar Yazid.

Yazid mengingatkan, sebagai peraih gelar doktor dari Singapura, tidak seharusnya Tito Karnavian membuat pernyataan memalukan.

“Google itu sumber yang perlu diverifikasi kebenarannya. Ini Kapolri yang doktor dari Singapura justru memberikan informasi sesat tentang sumber informasi makar,” kata Ahmad Yazid kepada intelijen (23/11).

Menurut Yazid, Kapolri harus lebih berhati-hati dalam menyikapi situasi politik saat ini. “Coba belajar dari Kapolri-kapolri sebelumnya, terutama era SBY dalam kasus Century yang waktu itu Kapolrinya Bambang Hendarso Danuri (BHD),” jelas Yazid.

Saat itu, kata Yazid, baik aktivis di lapangan maupun parlemen menyuarakan untuk pemakzulan SBY, tetapi Kapolri saat itu BHD sangat tenang dan tidak menyebut adanya makar. “Kalau dibandingkan kasus Century di era SBY belum apa-apanya di era Jokowi sekarang, tetapi bisa diatasi secara damai,” papar Yazid.

Kata Yazid, saat kasus Century, parlemen bersuara sangat keras terutama PDIP, Golkar, PKS, begitu juga sayap-sayap partai menggerakkan massa di lapangan. “Dulu SBY tidak punya buzzer, relawan, tetapi bisa diatasi semuanya. SBY tidak menemui satu persatu pimpinan koalisi partai seperti Jokowi, tetapi dalam forum satu meja,” pungkas Yazid.

Dikutip dari Intelijen, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebutkan aktor yang ingin makar bisa dibaca berdasarkan sumber di internet. “Isu makar baca saja Google, siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah, jatuhkan Pak Jokowi, nah itulah dia. Enggak usah ngomongin ini lagi, baca saja di media, itu ada beberapa pihak yang katakan ‘kita akan duduki DPR’, itu inkonsitusional,” kata Tito usai acara Istighosah Akbar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya (22/11).

(Wis)

%d blogger menyukai ini: