Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News HMI: Tak Perlu Takut dengan Aksi 2 Desember

HMI: Tak Perlu Takut dengan Aksi 2 Desember

demo-4-nov-sketsanews

Sketsanews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Mulyadi P Tamsir mengatakan pemerintah tidak harus takut dalam menyikapi masa aksi Bela Umat Islam Jilid III pada 2 Desember 2016.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada upaya tersembunyi dari kelompok tertentu untuk “menguasai” DPR. Tindakan tersebut dinilai Tito sebagai upaya makar.

“Saya kira tidak perlu ketakutan berlebihan menyikapi massa aksi ini. Kalau memang benar ada upaya makar maka sudah sudah dilakukan pada aksi 4 November,” kata Mulyadi dalam diskusi Redbons dengan tema ‘Jelang Aksi Damai Jilid III’ di Kantor Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurut Mulyadi, massa aksi pada demo 4 November berjumlah jutaan. Jika dibandingkan dengan upaya makar pada demo 1998 jumlah massa pada demo 4 November jauh lebih besar. Namun kenyataanya tidak terjadi apa-apa pada 4 November.

“Massanya sangat besar informasi saya dapat 1,5 juta bahkan ada yang mengatakan sampai 2,3 juta. Kalau ada upaya makar tahun 1998 massanya jauh di bawah itu dan bisa menduduki DPR. Kemaren 4 November massanya sangat luar biasa tapi tidak ada usaha untuk menduduki DPR, melakukan penggulingan kepada pemerintahan,” katanya.

Oleh karena itu, tidak seharusnya menurut Mulyadi Kapolri menyampaikan isu makar ini kepada publik. Pihaknya meyakini masyarakat hari ini sudah sangat cerdas dan tidak mudah termakan isu yang dilemparkan oleh Kapolri.

“Saya yakin masyarakat tahu isu makar yang dilemparkan Kapolri adalah upaya pelemahan gerakan. Menjauhkan gerakan dari masyarakat. Menjauhkan masyarakat terlibat langsung dalam gerakan 2 Desember,” ulasnya. Seperti dikutip dari Okezone.

Sejatinya, kata Mulyadi yang diinginkan massa aksi hanyalah keadilan agar polisi segera menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama yakni Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Kalau tidak dipenuhi tuntutannya massa akan terus berdatangan menuntut keadilan,” tukasnya. (Al)

%d blogger menyukai ini: