Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Sadis!! Untuk Ritual Ilmu Hitam, Kepala 3 Bocah Ini Dipenggal

Sadis!! Untuk Ritual Ilmu Hitam, Kepala 3 Bocah Ini Dipenggal

tiga-bocah-dipenggal-untuk-ritual-sihir-hitam-sketsanews

Sketsanews.com, Nigeria – Seorang ibu asal Nigeria merasakan kesedihan luar biasa saat melihat tubuh ketiga anaknya terbaring tanpa kepala. Diduga, ketiga anak tersebut disergap dan dipenggal kepalanya oleh pemburu kepala untuk digunakan dalam ritual sihir hitam.

Pemburu kepala tersebut menangkap tiga putri Cecilia Emberga Agammbuee, Terdors (10 tahun), Terna (8 tahun), dan Sulumshima (6 tahun) saat ketiganya sedang dalam perjalanan pulang usai mengambil air di sungai.

Insiden ini terjadi pada 30 Oktober lalu di desa Disol, wilayah Gasol, Negara Bagian Taraba. Sang ibu bercerita bahwa sebelum kejadian itu, anak-anaknya sedang berenang di sungai.

“Ketika mereka selesai berenang, mereka memutuskan untuk mengambil air dalam ember untuk digunakan di rumah,” kata Cecilia.

“Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada dua orang muncul dari sebuah peternakan dan mengambil salah satu anak saya. Sementara anak-anak lain segara berlari untuk menyelamatkan nyawa mereka, dua anak saya yang lain memutuskan untuk berjuang dan menyelamatkan saudara mereka yang diculik,” sambungnya.

Dikuti dari HalloRiau, Celilia tahu keadaan ketiga putrinya saat anak-anak lain pulang dan melaporkan bahwa anak saya telah diculik. Mereka yang berhasil lolos menceritakan kejadian tersebut. Dia, suaminya, dan penduduk lain segera berlari ke tempat tersebut dan menemukan mayat tanpa kepala.

“Ketika saya melihat tubuh mereka tanpa kepala, saya pikir saya akan mati,” sesal Cecilia.

Cecilia menuntut agar pemerintah segera mencari pelaku yang telah tega membunuh ketiga putrinya.

“Saya punya empat anak. Tiga dari mereka tewas dibunuh. Kini saya hanya punya satu anak. Ini semua menunjukkan betapa berbahayanya wilayah itu,” papar Cecilia.

Sementara itu, beberapa barang bukti telah ditemukan di TKP, termasuk topi, sebuah zat diyakini obat keras, dan kemeja penuh darah.

Petugas kepolisian Taraba, David Misal mengkonfirmasi bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditangkap.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: