Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pencipta Lagu Perdamaian Dunia Prihatin Kondisi SD di Mesuji

Pencipta Lagu Perdamaian Dunia Prihatin Kondisi SD di Mesuji

 

Sketsanews.com-Lampung. Seorang musisi Lampung, Kim Commanders, pencipta lagu perdamaian dunia dengan judul “Children With No Land” yang melambungkan namanya berkat lagu tersebut di kancah musik dunia Reverbnation.

sd-di-mesuji-700x400

Pria asli kelahiran Lampung ini, memiliki jiwa sosial tinggi terhadap anak-anak yang menjadi korban perang, bahkan Kim pun peduli terhadap anak-anak yang tidak pernah merasakan fasilitas sarana dan prasana pendidikan yang layak.

Pria berdarah Lampung dan Padang ini, merasa prihatin terhadap buruknya kondisi bangunan salah satu SD yang berada di Kuala Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.

Karena rasa keprihatinannya tersebut, Kim Commanders berinisiatif untuk menggalang bantuan berupa peralatan sekolah, seragam dan lainnya untuk membantu para siswa SD yang berada di sekolah tersebut.

“Mereka bagian dari kita dan memiliki impian yang sama dengan anak-anak kita untuk sekolah, kami memerlukan buku-buku sekolah dan baju sekolah dan juga papan untuk menjadikan sekolah mereka layak meski berdiri diatas muara,”

Meski hanya sebuah buku, sangat berarti bagi masa depan mereka ‘Children With No Land’. Dari unggahan tulisan dan beberapa foto kondisi sekolah, para siswa belajar dengan fasilitas seadanya dari pria yang memiliki nama asli Lukman Hakim tersebut, ternyata banyak direspons positif oleh para dermawan yang menyatakan siap membantu keperluan untuk anak-anak yang bersekolah di SD tersebut.

Menurutnya, Sekolah SD Kuala Sidang tersebut, dibangun dengan sukarela oleh masyarakat setempat yang menginginkan agar anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan.

Mengenai berdirinya sejak tahun berapa sekolahan tersebut, kata Kim, ia tidak mengetahui secara pastinya. Namun menurut informasi yang ia terima bahwa sekolah SD Kuala Sidang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

“Semua dinding sekolahnya terbuat dari papan, tapi banyak yang sudah lapuk dan atapnya terbuat dari daun nyiur. Lalu lantainya juga terbuat dari papan, sebagian besar papannya juga banyak yang sudah keropos. Untuk ruangan belajar ada enam kelas, tapi saat ini hanya tersisa dua kelas saja yang bisa digunakan untuk belajar. Untuk ruangan kelas lainnya, kondisinya sudah sangat rusak dan dikhawatirkan ambruk,”ujar Kim kepada awak media siang ini.

Kim mengutarakan, karena saking buruknya kondisi bangunan serta fasilitas belajar mengajar tersebut, sehingga banyak siswa yang tidak lagi bersekolah di sekolah SD Kuala Sidang tersebut. Untuk jumlah siswanya, semula ada sekitar 135 murid dan sekarang ini hanya tersisa sekitar 40 siswa saja. Kemudian untuk jumlah tenaga pengajarnya, ada tujuh orang guru.(Tb/poskota)

%d blogger menyukai ini: