Sketsa News
Home Berita Terkini, News Polisi Buru Pemodal Teroris Pengincar DPR

Polisi Buru Pemodal Teroris Pengincar DPR

JAKARTA,14/01-PENYERGAPAN TERORIS. Sejumlah anggota Densus 88 melakukan penyergapan teroris yang diduga melarikan diri di sekitar gedung perkantoran kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/01). Sedikitnya 7 meninggal dalam peristiwa peledakan bom yang dilakukan teroris selama 6 kali ledakan. KONTAN/Fransiskus Simbolon/14/01/2016
JAKARTA,14/01-PENYERGAPAN TERORIS. Sejumlah anggota Densus 88 melakukan penyergapan teroris yang diduga melarikan diri di sekitar gedung perkantoran kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/01). Sedikitnya 7 meninggal dalam peristiwa peledakan bom yang dilakukan teroris selama 6 kali ledakan. KONTAN/Fransiskus Simbolon/14/01/2016

Sketsanews.com, Jakarta – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap empat orang yang tergabung dalam kelompok teroris yang mengincar Mabes Polri dan Gedung DPR sebagai target serangan. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, polisi kini mengincar penyandang dana yang mengucurkan duit untuk membiayai pembuatan bahan peledak.

“Polri terus mengembangkan kasus ini, selidiki siapa yang jadi donatur, penyandang dana kegiatan mereka,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/11/2016). Martinus mengatakan, kelompok ini meracik bahan peledak menjadi bom berdaya ledak tinggi. Mereka menggunakan bahan kimia yang mudah didapat.

Martinus mengatakan, para pelaku mengaku pembiayaan pembuatan bom dikumpulkan secara swadaya. Namun, polisi menduga ada pihak yang mengalirkan dana. “Tugas Polri dan kita semua mencegah jangan sampai terjadi satu peristiwa ledakan yang berakibat fatal. Maka upaya penangkapan tersangka akan terus dilakukan,” kata Martinus.

Menurut pengakuan para tersangka, teror akan dilancarkan pada akhir tahun. Kelompok ini memanfaatkan momentum keagamaan dan libur panjang. “Yang akan diserang adalah Mabes Polri, satu kedutaan besar, dua stasiun televisi, dan DPR,” kata Martinus.

Dilansir dari Kontan, kelompok tersebut sengaja menyasar tempat-tempat yang dianggap obyek strategis untuk popularitas kelompok. Tujuannya, jika berhasil meledakkan obyek tersebut, aksi mereka bakal mendapat sorotan publik. Keempat tersangka merupakan anggota kelompok teroris yang dipimpin oleh Bahrun Naim.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: