Sketsa News
Home News Jenazah Prajurit Kepala Suyanto Diterima Dalam Upacara Militer

Jenazah Prajurit Kepala Suyanto Diterima Dalam Upacara Militer

Profil helikopter tipe Bell-412 EP yang tergabung dalam daftar arsenal Pusat Penerbangan TNI AD. Helikopter ini termasuk yang laris di dunia dan telah dibuat sekitar 900 unit. Bell 412 EP berdaya jangkau terbang sekitar 640 km atau terbang hampir empat jam tanpa henti, dengan kecepatan rata-rata 250 km/jam. Dia mampu menerbangkan 14 orang termasuk tiga pengawak atau membawa beban 2.500 kilogram. Disebut-sebut harga unit kosong di kisaran 6,7 juta dolar Amerika Serikat di negaranya, dengan konsumsi BBM sekitar 0,53 km/liter pada kecepatan ekonomis. (penerbad.my.id)
Profil helikopter tipe Bell-412 EP yang tergabung dalam daftar arsenal Pusat Penerbangan TNI AD. Helikopter ini termasuk yang laris di dunia dan telah dibuat sekitar 900 unit. Bell 412 EP berdaya jangkau terbang sekitar 640 km atau terbang hampir empat jam tanpa henti, dengan kecepatan rata-rata 250 km/jam. Dia mampu menerbangkan 14 orang termasuk tiga pengawak atau membawa beban 2.500 kilogram. Disebut-sebut harga unit kosong di kisaran 6,7 juta dolar Amerika Serikat di negaranya, dengan konsumsi BBM sekitar 0,53 km/liter pada kecepatan ekonomis. (penerbad.my.id)

Sketsanews.com, Malinau – Komandan Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Kolonel CPN Harrison Sitorus, menerima jenazah Prajurit Kepala Suyanto, anggota Pusat Penerbangan TNI AD yang gugur dalam kecelakan helikopter Bell-412 EP di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Serah terima jenazah personel TNI AD itu dilakukan dalam upacara militer, di landas parkir utama Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, di Magetan, Jawa Timur, Selasa.

Sitorus selaku inspektur upacara dalam penerimaan jenasah itu, mengatakan, semua anggota Pusat Penerbangan TNI AD yang gugur dalam kecelakaan helikopter di Kabupaten Malinau adalah pahlawan. Bangsa Indonesia bangga memiliki prajurit yang luar biasa seperti para korban itu.

Setelah acara serah terima dari rombongan ke inspektur upacara selesai, jenazah Suyanto lalu dibawa ke rumah duka, di Desa Subontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, untuk disemayamkan dan dimakamkan di kampung halamannya sesuai permintaan orang tua korban.

Jenazah Suyanto dipulangkan melalui udara dari Tarakan, Kalimantan Utara, menuju Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari sana lalu diterbangkan lagi ke Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi.

Hadir dalam upacara serah-terima jenazah itu sejumlah pejabat, di antaranya Komandan Pusat Penerbangan TNI AD, Mayor Jenderal TNI Suko Pranonoto, Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Infantri Piek Budiyakto, dan Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Kolonel Penerbang Setiawan.

Suyanto merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sukiran dan Sunarsih. Tiga bersaudara ini anggota TNI AD.

Sukiran sangat kehilangan atas kematian putra keduanya itu. Sebelum tragedi helikopter terjadi, Suyanto sempat berkomunikasi melalui telepon dengan dia. “Dalam telepon itu, ia menanyakan kabar kesehatan keluarga di Magetan. Ia juga bercerita katanya akan sekolah ke Amerika dengan biaya dari pemerintah,” ujar Sukiran dengan mata sambil berkaca-kaca.

Menurut dia, terakhir bertemu dengan Suyanto pada Lebaran 2016, saat Suyanto datang bersama istri dan anaknya selama tiga hari ke Magetan.

Sesuai rencana, jenazah Suyanto akan dimakamkan di tempat pemakaman desa kelahirannya pada siang ini.

Sedangkan, jenazah Letnan Satu CPN Ginas Sasmita, yang berasal dari Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, akan dimakamkan di Yogyakarta daerah asal istrinya.

Helikopter Bell-412 EP milik Pusat Penerbangan TNI AD hilang kontak sejak 24 November 2016 dan telah ditemukan pada 27 November 2016, di hutan belantara dekat Long Berang dan Long Sulit, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Helikopter itu dalam status bantuan operasional ke Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia Markas Besar TNI. Saat kecelakaan, helikopter itu itu dalam tugas mengangkut logistik ke pos-pos terpencil satuan tugas itu.

Dikutip dari Antara, helikopter Bell-412 EP itu diawaki oleh Letnan Satu CPN Yohannes Syahputera (kapten pilot/meninggal), Letnan Satu CPN Abdi Darnain (kopilot/selamat), Letnan Satu CPN Ginas Sasmita (meninggal), Sersan Satu Bayu Putra (meninggal), dan Prajurit Kepala Suyanto (meninggal).

(Wis)

%d blogger menyukai ini: