Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pemerkosa Anak Kandung Ini Bakal Dikebiri

Pemerkosa Anak Kandung Ini Bakal Dikebiri

Kasubdit IV Renakta Kriminal Umum Polda Lampung, Kompol. Alfian, Rabu (30/11) siang saat beri keterangan pers
Kasubdit IV Renakta Kriminal Umum Polda Lampung, Kompol. Alfian, Rabu (30/11) siang saat beri keterangan pers

Sketsanews.com, Lampung – Ngaku hilaf lihat anaknya tidur dengan baju tersingkap Jas (37) warga Bakauheni Kalianda, Lampung Selatan, tega memperkosa anak kandungnya berinisial PJA (14). Akibatnya Jasimin dicokok petugas Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Kriminal Umum Polda Lampung, saat berada di tempat kerjanya sebagai penambal ban Selasa (28/11) siang.

“Dari keterangan korban, diduga tersangka sudah lima kali memperkosa anak kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP),” kata Kasubdit IV Renakta Kriminal Umum Polda Lampung, Kompol. Alfian, Rabu (30/11) siang.

Terungkapnya perbuatan cabul tersangka Jas awalnya dari kecurigaan istrinya yang melihat tubuh anaknya yang berubah.

Anaknya mengaku kalau selalu diancam ayahnya akan dipukul dan dibakar menggunakan korek gas setiap kali diperkosa saat ibu kandungnya pergi ke pasar.

Tidak terima, masa depan anaknya dihancurkan dan mengutuk perbuatan suaminya yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu korban melapor ke Polda Lampung, dengan nomor LP/B-1466/XI/2016/LPG/SPKT November 2016. Sebagai upaya tindak lanjut, petugas langsung menangkap tersangka di tempatnya bekerja sebagai tambal ban.

Kasubdit IV Renakta, Alfian menjelaskan, bahwa tersangka merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Lampung Selatan.

“Sebelumnya tersangka pernah memperkosa anak tetangganya yang menderita keterbelakangan mental. Usia anak itu 14 tahun, sama dengan usia anak kandungnya yang menjadi korban kebejatannya,”jelasnya, sebagaimana dikutip dari Poskotanews.

Barang bukti yang diamankan berupa, pakaian korban, selembar tiker dan selembar karpet berwarna merah. Akibat perbuatannya, tersangka Jasimin bakal di jerat Pasal 81 ayat (3) dan atau Pasal 82 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Meski pernah melakukan perbuatan serupa dan ditahan di Lapas Lampung Selatan, tersangka tidak juga jera. Bahkan, tersangka tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Sebab itu, agar tersangka tidak melakukan perbuatan bejat itu lagi, kita akan menjeratnya dengan hukuman seberat-beratnya jika bisa kita akan jerat dengan hukuman kebiri,”tegasnya.

Saat diintrogasi tersangka malu merasa malu telah memperkosa anaknya. “Sejak tahun 2015 hingga 2016. Saya melakukannya lima kali di rumah saat istri tidak dirumah,”ujarnya.

Disinggung kenapa tersangka tega melakukan perbuatan bejat itu terhadap anak kandungnya sendiri, Jas berdalih, awalnya terangsang melihat kemolekan bagian tubuh anaknya yang terbuka saat tidur. Khilaf dan tak mampu mengendalikan diri dan hawa nafsunya tersangka memegang bagian tubuh terlarang anaknya. “Agar mau melayani, saya mengancamnya. Usai memperkosa, agar tidak hamil, saya mengajaknya suntik KB,”ungkap Jasimin

(Wis)

%d blogger menyukai ini: