Sketsa News
Home Berita Terkini, News Proyek Tak Tercapai, Pemprov Jateng Diminta Realistis

Proyek Tak Tercapai, Pemprov Jateng Diminta Realistis

proyek-tak-tercapai-pemprov-jateng-diminta-realistis-sketsanews

Sketsanews.com, Semarang – Pembangunan Wana Wisata Penggaron Ecotourism atau Jateng Park di Desa Susukan,Ungaran, dinilai kurang serius. Atas kondisi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah diminta untuk realistis terhadap kelanjutan proyek tersebut. Hal tersebut diketahui saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 yang mengkonfirmasi beberapa evaluasi proyek dan pembangunan 2016 tidak tercapai, salah satunya pembangunan proyek wisata jatengpark yang sudah digagas sejak tahun 2015.

“Sampai sekarang progresnya belum menggembirakan, bahkanKepala dinas Pariwisata dalam keterangan ke komisi B akan mengevaluasi di akhirDesember ini pelaksanaan Jateng Park,” kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Riyono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/11).

Dalam pembahasan tersebut, kata Riyono, jika tidak ada kemajuan dari Perhutani dan Sarjana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), maka akan disiapkan wana wisata Tlogo, Tuntang sebagai alternatif menggenjot kunjungan wisata ke Jateng. “Laporan kinerja pembangunan Jateng park masih sebatas administrasi, janji investor dan action pemerintah provinsi belum ada yang mengarah terwujudnya komitmen untuk merealisasikan proyek fisiknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Riyono mengungkapkan berdasarkan keterangan Kepala Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu, menyebutkan bahwa saat ini pemprov sedang menimbang dan merencanakan bisnis Jateng Park yang di bangun di tanah seluas kurang lebih 500 hektar ini, termasuk menunjuk PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) milik Pemprov Jateng sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pelaksana kegiatan, namun melihat rekam jejaknya SPJT belum punya track record dalam bisnis wisata.

“Mengingat anggaran pembangunan Jateng Park yang mencapai 1,8 Triliun, saya rasa akhir desember 2016 ini waktu yang tepat untukmengevaluasi apakah akan dilanjutkan atau akan di alihkan ke wisata yang lain? Kita realistis saja,” kata legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini, sebagaimana dikutip dari SuaraMerdeka.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: