Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kooperatif, Kejaksaan Pilih untuk Tak Tahan Ahok

Kooperatif, Kejaksaan Pilih untuk Tak Tahan Ahok

021520400_1480564345-20161201-ahok-diserahkan-penyidik-ke-kejagung-gempur-1

 

 

Sketsanews.com, Jakarta – Alasan Ahok tidak ditahan karena sesuai Standar Operating Procedure (SOP) karena sebelumnya penyidik Bareskrim tidak melakukan penahanan.

Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak menerima perintah penahanan oleh Kejaksaan Agung.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mohammad Rum, usai menerima berkas perkara Ahok oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

“Memang terhadap tersangka Insinyur Basuki Cahaya Purnama ini tidak dilakukan penahanan,” ungkap Ahok di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Baca Juga: Djarot Berharap Dewi Thermis Hadir pada Kasus Ahok

Menurutnya, alasan Ahok tidak ditahan karena sesuai Standard Operating Procedure (SOP) karena sebelumnya penyidik Bareskrim tidak melakukan penahanan sehingga Kejaksaan Agung pun melakukan hal yang sama.

“Sesuai SOP yang ada di kita, apabila penyidik tidak melakukan penahanan, kita juga tidak melakukan penahanan,” terang Rum.

Sementara itu, pertimbangan lain Kejaksaan Agung adalah karena tersangka dinilai kooperatif setiap kali diminta datang oleh penyidik, imbuh Rum.

“Pendapat tim peneliti menyatakan bahwa tidak dilakukan penahanan, karena tersangka ini setiap dipanggil datang,” ujarnya.

Sementara itu, Rum menuturkan, Kejaksaan Agung juga belum bisa memastikan Ahok akan dijerat dengan pasal 156 atau 156a, sehingga dakwaan disusun secara alternatif.

“Karena dakwaan ini disusun secara alternatif, kita belum tahu mana yang terbukti, apakah pasal 156 yang ancaman hukumannya hanya 4 tahun atau pasal 156a yang ancaman hukumannya 5 tahun,” jelasnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: