Sketsa News
Home Berita Terkini, News Keanggotan RI di OPEC Dibekukan, Luhut: Itu Langkah Strategi

Keanggotan RI di OPEC Dibekukan, Luhut: Itu Langkah Strategi

Menko Maritim yang juga pejabat lama Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Jakarta, 17 Oktober 2016. Ignasius Jonan resmi menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin jajaran Kementerian ESDM. Tempo/Tony Hartawan
Menko Maritim yang juga pejabat lama Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Jakarta, 17 Oktober 2016. Ignasius Jonan resmi menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin jajaran Kementerian ESDM. Tempo/Tony Hartawan

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembekuan status Indonesia di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) merupakan langkah strategis. Kalau tidak dilakukan, kata Luhut, kebijakan pemotongan produksi minyak akan mempengaruhi profil Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kalau ikut kita akan terpotong 37 ribu barel, dan itu setara US$ 2 juta per hari, APBN berpengaruh,” kata Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis 1 Desember 2016.

Luhut menambahkan hal ini bukan sekali dilakukan oleh Indonesia, karena pada 2008  juga pernah dilakukan. Dulu, pada tahun 2008 keanggotaan Indonesia di OPEC dibekukan, dan kemudian diaktifkan kembali agar memudahkan impor minyak.

Mengenai dampak dari pembekuan ini, Luhut menuturkan dia masih akan melihat lebih lanjut ke depannya. Dia mengungkapkan kalau saat ini yang terpenting adalah Indonesia tidak mengalami kerugian sebesar US$ 2 juta per hari.

Dilansir dari Tempo, Indonesia sebelumnya telah memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaan di OPEC. Keputusan itu diambil dalam Sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria, Rabu, 30 November 2016. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang menghadiri sidang tersebut menjelaskan langkah pembekuan diambil menyusul keputusan sidang untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari di luar kondensat. Sidang juga meminta Indonesia untuk memotong sekitar 5 persen dari produksinya atau sekitar 37 ribu barel per hari.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: