Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Dengarlah Ini Komentar pak Jokowi, Tentang Pendemo 212

Dengarlah Ini Komentar pak Jokowi, Tentang Pendemo 212

dengarlah-ini-komentar-pak-jokowi-tentang-pendemo-212-sketsanews

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo memandang, masyarakat yang rela berjalan kaki dari Jawa Barat menuju Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 menunjukkan semangat. Namun Jokowi mengingatkan, aksi 2 Desember adalah aksi doa bersama untuk bangsa. Sehingga hal yang penting, menurut dia, adalah aksi itu tidak rusuh.

“Ya, kan, mereka semangat, yang penting dalam aksi itu tidak ada rusuh, tidak ada ricuh, dan memang ini doa. Mau berdoa bersama-sama untuk ketenangan bangsa ini, kedamaian bangsa ini, kesejahteraan bangsa ini, untuk kemakmuran bangsa ini. Saya kira, doanya akan ke sana, untuk persatuan kita,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 30 November 2016.

Soal kemungkinan ricuh, Jokowi memilih percaya atas komitmen mereka yang akan melakukan aksi. “Saya memercayai komitmen yang telah dibuat,” kata Jokowi.

Soal aktivitas Jokowi pada 2 Desember mendatang, Jokowi belum tahu. Hadir atau tidak dalam doa bersama itu pun, Jokowi belum memastikan. “Belum tahu,” katanya singkat.

Saat menyampaikan keterangan, Jokowi didampingi Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Konsolidasi dengan tokoh-tokoh politik memang terus dilakukan Jokowi dua pekan belakangan ini. Pertemuan-pertemuan itu selalu dikemas dalam bentuk jamuan makan bersama.

Kamis, 17 November 2016 lalu, Jokowi juga bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Senin, 21 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Setelah itu, Selasa, 22 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pada hari yang sama, siang harinya, Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy. Masih pada hari yang sama, sore menjelang malam, Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Istana Merdeka.

Selasa, 29 November 2016, Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka. Pola pertemuan Jokowi dengan para ketua umum partai ini cenderung sama. Makan bersama dalam Istana Merdeka, dilanjutkan dengan mengobrol, dan menyediakan waktu menyampaikan hasil pertemuan pada publik.

Penekanan Jokowi pun sama, tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara sejumlah tokoh politik yang ada bicara pula soal potensi makar.

sans-serif;”>”Ini untuk peringatan dan mengingatkan kita semuanya betapa kita ini beragam. Betapa kita ini majemuk. Kenapa ada yang menyampaikan makar, ya, untuk mengingatkan bahwa kita sudah mempunyai konstitusi,” kata Jokowi.
Sementara Zulkifli mengatakan, dia akan menghargai jika diundang untuk mengikuti aksi doa bersama. Namun, dia berhalangan hadir karena harus berjaga di kantornya. “Sebagai ketua MPR tentu saya jaga gawang. Maksudnya jaga di MPR, di kantor,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, dialog sebenarnya dapat menyelesaikan persoalan. Itu sebabnya, pada pertengahan Desember ini, dia bersama 10 fraksi akan bersilaturahmi dengan berbagai kalangan. MPR, menurut dia, harus mendengarkan pemikiran berbagai kelompok yang ada.

“Nanti apa poin-poinnya, kami konsultasikan kepada Presiden, pemerintah, bagaimana tindak lanjutnya. Sehingga poin-poin penting yang menjadi agenda,” kata Zulkifli.

Zulkifli juga mengapresiasi pemerintah yang bersilaturahmi dengan berbagai pihak. Dia mengajak masyarakat yang mengikuti aksi 2 Desember dapat membuktikan negara Indonesia damai, Islam yang damai, dan mennunjukkan pada dunia, walaupun Indonesia mayoritas muslim, tetapi moderat

Tak Ikut Aksi 2 Desember, Fahri ke Uzbekistan dan Fadli ke Panama

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan dia tidak bisa hadir dalam aksi 2 Desember besok. Fahri menyebut dirinya harus bertolak ke Uzbekistan.

“Saya juga mengumumkan diundang pemerintah Uzbekistan menghadiri pemilu pertama presiden. Setelah merdeka dibawah Uni Soviet,” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Fahri mengaku DPR memang rutin menjalin hubungan diplomasi dengan negara lain. Soal Uzbekistan, kata Fahri, dia ingin mendorong agar kondisi politik di masa transisi demokrasi bebas dari konflik.

“Saya menjalin kerjasama Asia Tengah, kita tahu Timur Tengah bergolak. Dalam diplomasi parlemen sudah mengirim pesan banyak sekali mudah-mudahan transisi demokrasi mereka. Sumber pertumbuhan baru,” jelasnya.

Fahri mengatakan karena tugas tersebut, dia dan Fadli Zon tidak berada di Indonesia saat aksi 2 Desember berlangsung. Dia menyebut hanya ada tiga pimpinan DPR yang sebelumnya tidak terlibat demonstrasi 4 November.

“Saya berangkat nanti malam dini hari. Tadi malam pak Fadli jalan juga, dia presiden GOPAC dia menjadi pembicara di Panama dan Kuba. Sehingga pimpinan tinggal 3 yaitu Pak Agus, Pak Taufik dan Pak Nov yang sebelumnya tidak terlibat dalam demonstrasi. Tidak ada makar tenang saja,” ujar dia.

Dikutip dari Infoteratas, jadi bila ada kabar Rahmawati akan mengerahkan massa ke Gedung DPR, pastinya akan bertemu dengan Setya Novanto. Sangat seru. Bagaimana menurut anda?

(Wis)

%d blogger menyukai ini: