Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Cari Puing MH370, Kerabat Korban Sambangi Madagaskar

Cari Puing MH370, Kerabat Korban Sambangi Madagaskar

Foto/Ilustrasi/Istimewa
Foto/Ilustrasi/Istimewa

Sketsanews.com, Antananarivo – Kerabat korban pesawat Malaysia Airline MH370 telah tiba di Madagaskar. Mereka akan melobi pemerintah setempat untuk memperluas pencarian puing-puing dari pesawat yang hilang itu.

Pihak kerabat sebelum melakukan perjalanan bahkan mengatakan jika perlu, mereka akan melakukan sendiri pencarian puing-puing pesawat yang nahas itu dengan tangan mereka sendiri. Untuk diketahui, semua puing yang dianggap bagian dari pesawat tersebut telah ditemukan di Afrika Timur, seperti dikutip dari sindonews, Minggu (4/12/2016).

Salah seorang kerabat korban, Rahmat Subathirai Nathan, melakukan perjalanan dengan menggunakan dana pribadi bersama enam kerabat korban MH370 lainnya. Mereka berasal dari Malaysia (3 orang), China (2 orang) dan Prancis (1 orang).

“Kami ingin berbicara dengan orang-orang sebanyak yang kami bisa. Kami terutama ingin berbicara dengan LSM, para misionaris, gereja-gereja yang memiliki program menjangkau tempat-tempat yang jauh,” kata Nathan yang kehilangan ibunya.

Para kerabat korban menilai pencarian puing-puing pesawat belum sistematis dan beberapa temuan mungkin tampaknya telah diabaikan. Selama ini pencarian pesawat MH370 terpusat di lepas pantai barat Australia, tetapi tidak ada puing-puing telah ditemukan di sana. Sejauh ini, sedikitnya enam buah puing pesawat telah ditemukan di Afrika timur yang dianggap atau sangat mungkin berasal dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang.

Para kerabat mengatakan mereka akan membagikan brosur ketika di Madagaskar yang akan memberikan petunjuk kepada warga tentang bagaimana mengenali puing-puing pesawat.

“Kita bisa berbicara dengan orang-orang yang bekerja sebagai nelayan, orang-orang yang hidup di garis pantai. Kami berharap bahwa kita dapat meningkatkan kesadaran, mengajari mereka bagaimana mengidentifikasi puing-puing, bagaimana mengumpulkan puing-puing, apa yang harus dilakukan dengan itu ketika mereka menemukannya,” jelas Nathan.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: