Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ditemukan Kata Vulgar Dalam Buku Pelajaran SD di Purwokerto

Ditemukan Kata Vulgar Dalam Buku Pelajaran SD di Purwokerto

ditemukan-kata-vulgar-di-buku-pelajaran-sd-sketsanews

Sketsanews.com, Purwokerto – Kasus ditemukannya kata-kata vulgar dan kurang patas kerap menjadi pemberitaan. Setelah di Banjarnegara beberapa waktu yang lalu, kemarin di Purwokerto juga ada pengaduan serupa. Ditemukan kata yang kurang pantas untuk siswa SD kelas lima, di buku pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjas orkes). Kata-kata tersebut terdapat dalam salah satu soal yang membahas tentang pendidikan seksual.

Wali Murid Kelas 5 SDN 1 Sokanegara, Saladin mengatakan, menemukan kata-kata itu saat sedang mengawasi anaknya belajar untuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) pertama. Di salah satu soal mata pelajaran Penjas Orkes ada kata dicium dan hubungan seksual. “Saya rasa itu belum pantas untuk disampaikan pada anak kelas lima SD. Apalagi ini bukunya juga janggal tidak ada nama penerbitnya,” katanya. ditemukan-kata-vulgar-di-buku-pelajaran-sd
Menurutnya, untuk pendidikan seks yang diajarkan pada anak usia dini, tidak masalah. Namun, dengan penyampaian dan bahasa yang lebih ringan agar dapat sampai ke anak juga lebih baik.

Menurut Saladin, ia sudah melaporkan pada pihak sekolah dan bertemu dengan Kepala SDN 1 Sokanegara, Tri Rudiyati. Pihak sekolah mengaku belum mengetahui adanya kata-kata vulgar dalam soal di buku Penjas Orkes. “Sudah ada pertemuan dengan pihak sekolah, dan diterima dengan baik,” ujar Saladin.

Sementara Tri Rudiyati kepada wartawan kemarin menuturkan, setelah adanya info dari orang tua murid soal kata-kata vulgar itu, langsung menarik buku Penjas Orkes dari siswa setelah ujian selesai. Tri Rudiyati mengaku berterimakasih dengan adanya info terseut karena juga memudahkan pihak sekolah lebih mengontrol mata pelajaran siswanya.

“Masalahnya pada mata pelajaran Penjas Orkes di SD lebih banyak waktunya di lapangan, jadi ada kata-kata kurang pantas di soal, guru yang bersangkutan kurang fokus,” tuturya.

Selain itu, seperti dikutip dari RadarBanyumas, buku ini juga bukan buku pendamping siswa, tetapi hanya sebagai buku latihan soal-soal. Untuk mengantisipasinya, pihak SDN 1 Sokanegara menarik semua buku Penjas Orkes dari siswa.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: