Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pembuat Foto Kapolri Disandingkan Pimpinan PKI Ditangkap

Pembuat Foto Kapolri Disandingkan Pimpinan PKI Ditangkap

pembuat-foto-kapolri-disandingkan-pimpinan-pki-ditangkap-sketsanews

Sketsanews.com, Jakarta – Subdit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meringkus MRN (40), penyebar foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang diesandingkan dengan pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit di media sosial, Facebook.

Tak hanya menyandingkan foto Tito dengan Aidit. MRN juga menulis postingan di media sosial yang bersifat provokasi dan cenderung mencemarkan nama baik.

“Tersangka inisial MRN (40) membuat suatu postingan, kontennya dapat menimbulkan kebencian, provokatif, dan pencemaran nama baik. Menyamakan gambar Pak Kapolri disandingkan dengan DN Aidit dengan ada kalimat di sana. Postingan ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan. Dampak postingan tidak benar ini dapat menimbulkan persepsi buruk di masyarakat,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu, 7 November 2016.

Pengungkapan kasus ini, menurutnya merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian dengan nomor LP/1040/XI/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 28 November 2016.

“LP ini model A dan kami sudah mengklarifkasi kepada Pak Kapolri. Tidak berkaitan dengan organisasi atau DN Aidit,” katanya.

MRN sendiri merupakan seorang narapidana yang terjerat kasus narkoba pada 2012 lalu. Saat ini dirinya masih mendekam di Lapas Tangerang. Terkait penangkapan, kata dia pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Tangerang untuk menangkap tersangka di dalam penjara.

“Kita kerja sama dengan lapas Tangerang. Tersangka MRN merupakan napi yang sudah divonis 2012 terkait psikotropika. Motifnya dia menyampaikan tidak suka dengan pemerintahan. Ini kritik yang tidak dibenarkan oleh UU ITE,” kata Wahyu

Mantan Kapolres Jakarta Selatan itu mengatakan, jika postingan gambar tersebut sudah dilakukan MRN dari tanggal 9 hingga November 2016 melalui akun Facebook bernama Muhammad Rahim Nasution.

“Jadi postingan itu ditujukan kepada tokoh-tokoh dan pejabat,” kata dia.

Mengenai mengapa MRN bisa mengakses handphone di Lapas. Ia menuturkan, pihaknya hanya melakukan tindakan hukum.

“Kalau untuk pengawasan silahkan tanya ke Lapas. Kami hanya melakukan tindakan hukum penangkapan,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi  menyita beberapa barang bukti milik tersangka berupa satu unit handpone merek Samsung, satu memory card merek V-gen 8 gygabite, dua sim card, satu bundel screen capture postingan dalam akun facebook milik tesangka, satu akun facebook atas nama MRN beserta password dan akun email yahoo milik tersangka.

Dikutip dari Viva, atas perbuatanya itu, MRN dijerat Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: