Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News Satu per satu, Kader PDIP Tersandung Korupsi

Satu per satu, Kader PDIP Tersandung Korupsi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang pernah menjabat sebagai wakil ketua Komisi II DPR RI periode 2009-2014 menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (7/12). Ganjar Pranowo menjadi saksi dalam kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Sugiharto, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Kompas/Yuniadhi Agung (MYE) 07-12-2016
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang pernah menjabat sebagai wakil ketua Komisi II DPR RI periode 2009-2014 menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (7/12). Ganjar Pranowo menjadi saksi dalam kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Sugiharto, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Kompas/Yuniadhi Agung (MYE)
07-12-2016

Sketsanews.com, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke gedung KPK. Ia dipanggil oleh penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus korupsi proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ganjar akan menjadi saksi atas tersangka Sugiharto. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR RI Komisi II, yang merupakan mitra kerja Kemendagri.

“Masalah e-KTP. Kayaknya seluruh Komisi II kemarin dipanggil (untuk) memberikan kesaksian, kita datang,” ujar Ganjar saat tiba di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Ganjar datang sendirian dan tiba di gedung KPK pada pukul 09.53 WIB. Terkait kasus e-KTP ini, Ganjar mengatakan pada proses awalnya biasa-biasa saja. Namun, ketika dalam tahap pengadaan, ia mengatakan kondisinya menjadi ramai.

“Adakah permasalahan ketika e-KTP di awal. Kayaknya kalau proses awalnya biasa-biasa saja. Kayaknya lo, awalnya sih enggak. Kalau terus kerja keras, dibongkar saja,” ucap Ganjar.

“Pengadaan itu agak ramai, itu nanti kita lihat saja,” sambung politisi PDIP ini.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 2 orang tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto. Saat proyek itu, Irman juga menjabat kuasa pengguna anggaran, sementara Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Detik, ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan perhitungan kerugian keuangan negara dalam proyek itu mencapai Rp 2 triliun. Perhitungan itu berdasarkan perhitungan BPKP dari total nilai anggaran proyek sebesar Rp 6 triliun.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: