Sketsa News
Home Berita Terkini, News Dua PNS Tersangka Percaloan Masuk Kedokteran Unhas

Dua PNS Tersangka Percaloan Masuk Kedokteran Unhas

 

Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin. Sumber foto : //eng.unhas.ac.id/ KOMUNIKA ONLINE

Sketsanews.com, Makasar – Dua pegawai negeri (PNS) menjadi tersangka kasus dugaan pencaloan masuk Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, kata Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea, Komisaris Aisyah Saleh.

Dilansir dari tempo.co, kedua pegawai itu yakni Nurjannah Jalil, 53 tahun, dan Rahmatia (36) dikenakan Pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman lima tahun penjara. Saat ini, kedua tersangka ditahan di Mapolsek Tamalanrea.

“Sementara kita lakukan pengembangan untuk penyidikan,” kata Aisyah saat ditemui di kantornya, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut dia, pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Rahmatia, lanjut dia, tersangka memberikan dua nama. Namun keduanya belum dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. “Kemungkinan tersangka akan bertambah lagi,” ucap Aisyah.

Saat ditanya nama yang disebutkan Rahmatia, ia enggan membeberkannya. “Nanti kita publikasikan,” katanya.

Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Palabuhu mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus itu ke kepolisian. Apalagi ia menduga yang terlibat dalam kasus ini adalah mafia karena bukan cuma satu orang saja.

“Kami sudah menyerahkan kepada kepolisian, dan satu orang ketahuan PNS Unhas. Yang 13 orang lainnya itu hanya menjual nama Unhas,” tutur Dwia.

Menurut Dwia, komplotan ini telah melakukan penipuan dan meminta uang sebesar Rp 400 juta kepada korban. “Saya juga akan tindak tegas PNS Unhas, karena punya bukti penipuan. Jadi saya usulkan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) agar dipecat,” katanya.

Nurjannah Jalil dan Rahmatia ditangkap pada Senin, 5 Desember 2016, setelah polisimendapat laporan dari Unhas terkait dugaan penipuan masuk Fakultas Kedokteran Unhas.

Menurut keterangan Nurjannah, awalnya ia mengurus anaknya agar bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Unhas. Ia meminta bantuan kepada seorang pegawai bernama Rahman, kemudian yang mengarahkannya ke Rahmatia yang disebut-sebut panitia penerimaan mahasiswa baru.

Kepada Nurjannah, Rahmatia mengaku masih ada kuota yang kosong.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: