Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini Penangkapan Aktivis Bisa Jadi Blunder bagi Jokowi

Penangkapan Aktivis Bisa Jadi Blunder bagi Jokowi

Sketsanews.com, Jakarta – Penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap sejumlah tokoh dan aktivis dinilai bisa menjadi blunder bagi Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Pemerintahan Jokowi bisa dianggap antidemokrasi atas penangkapan sejumlah tokoh dan aktivis itu.

“Kalau sudah begitu, negara penjaga demokrasi seperti Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain pasti ambil tindakan pada Joko Widodo, yang bisa menjatuhkan Joko Widodo‎,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono ‎di Jakarta, Jumat (9/12/2016). dilansir dari Sindonews.

Maka itu, Presiden Jokowi dan Polri diminta waspada. Sebab dia khawatir informasi tuduhan makar kepada sejumlah tokoh dan aktivis itu‎ hanya sebuah cara untuk semakin mendelegitimasi institusi Polri sebagai penjaga demokrasi.

“Yang akhirnya Polri akan bernasib sama seperti institusi TNI di era Soeharto,” paparnya.

Dirinya menyarankan, Jokowi sebagai Presiden yang dihasilkan dari produk demokrasi liberal, tidak asal percaya dengan upaya makar itu.

‎”Sebab dalam sebuah negara demokrasi berbeda pandangan sah saja, sepanjang tidak mengubah konstitusi negara,” ungkapnya.‎

Adapun mereka yang dituduh makar itu adalah Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Suryo, Alvin, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Terakhirnya, ‎Direktur Eksekutif Institute Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang‎ ditangkap di kediamannya, Kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, sekitar pukul 01.30 WIB, Kamis 8 Desember 2016.

Tri

%d blogger menyukai ini: