Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini Nama Ahok Ada di Soal Ujian, Muhammadiyah: Tidak Pas dan Tidak Selaras

Nama Ahok Ada di Soal Ujian, Muhammadiyah: Tidak Pas dan Tidak Selaras

Sketsanews.com Jumanto, Guru SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga meminta maaf karena menyinggung nama Ahok dalam soal ujian akhir semester yang dibuatnya. Soal ujian tersebut memang dinilai tidak pas dan tidak selaras.


“Tarikh itu artinya sejarah. Artinya gini, kalau bicara sejarah Islam tidak pas bicara soal itu. Karena tidak pas dan tidak selaras. Karena Ahok tidak masuk dalam sejarah Islam,” ujar Koordinator Kebijakan Publik LHKP PP Muhammadiyah Nadjamuddin Ramly saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (10/12/2016).

Dikutip dari detik.com Menurut Nadjamuddin, pembuatan soal ujian menjadi bagian dari kebijakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Muhammadiyah Purbalingga. “Jadi itu ditangani oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Muhammadiyah Purbalingga,” jelasnya.

Sebelumnya Nama Ahok disinggung Jumanto dalam soal ujian akhir semester pada mata pelajaran tarikh atau sejarah perkembangan Islam untuk siswa kelas IX yang diujikan pada Jumat 2 Desember 2016 lalu. Di soal ujian yang dibuat Jumanto itu, di pertanyaan nomor 48 tertulis: “Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?”

Pada soal pilihan ganda itu tersedia empat pilihan jawaban: A. Paijo B. Ahik C. Ken Arok D. Basuki Candra (Ahok).

Baca: Nama Ahok Jadi Soal Ujian, Disdik: Itu Mata Pelajaran Khusus Muhammadiyah

Ada 4 poin yang disampaikan Jumanto dalam surat permohonan maafnya:

1. Soal yang sudah saya buat di bank soal komputer sekolah hilang karena komputer rusak.
2. Karena dikejar deadline maka saya membuat soal dalam waktu yang singkat/mendesak dalam keadaan kecapekan sehingga kurang fokus dalam membuat soal tidak sesuai dengan teks yang ada di buku ajar.
3. Saya secara pribadi tidak ada niat bahwa naskah yang saya buat menimbulkan perbedaan pendapat sekarang ini.
4. Atas segala sesuatu yang saya kerjakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama.
(As)

%d blogger menyukai ini: