Sketsa News
Home Berita Terkini, News Diduga karena Asmara, Pasangan LGBT Tewas Mengenaskan di Salon

Diduga karena Asmara, Pasangan LGBT Tewas Mengenaskan di Salon

Sketsanews.com ,JAKARTA – Diduga karena asmara, seorang lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Fang Tjon Sen alias Sen Sen (60), ditemukan tewas di salon kecantikan miliknya di Jalan Bidara, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Supriyatin, mengatakan selain jenazah Fang Tjon Sen, petugas menemukan jenazah lelaki berusia 20 tahun yang belum diketahui identitasnya itu.
Saat ditemukan, pemilik salon itu tewas dengan luka sayatan di bagian leher sebelah kanan, sementara pria 20 tahun yang diduga pacar Sen Sen itu tewas dengan gantung diri.

“Dugaan kuat karena soal asmara, soal Sen Sen terkenal di lingkungan salon sering ganti-ganti pasangan sesama jenis. Nah pria tersebut itu salah satu pasangan Sen Sen,” kata Supriyatin kepada wartawan, Selasa (13/12/2016).

Kata dia, menurut saksi Dimas Nur Pahlevi (19), dirinya sempat melihat Sen Sen sedang membetulkan antena di balkon lantai dua salonnya. Setelah itu, ia melihat Sen Sen masuk, tiba-tiba ia mendengar suara benturan keras.

“Nah, si Dimas ini buru-buru keluar untuk mengetahui yang jatuh itu apa,” terangnya.

Saat dilihat, rupanya suara benturan keras itu berasal dari pemilik salon yang jatuh dengan posisi tengkurap. Di bawah pun banyak warga yang berdatangan melihat jasad korban, tapi tidak berani untuk membalikan badan korban.

Lalu, sambungnya, Dimas langsung naik ke lantai tiga rumahnya dengan tujuan bisa melihat kondisi lantai dua rumah Sen Sen. Ia pun kaget karena di rumah Sen Sen ada seorang pria yang terlihat panik. Jalannya mondar-mandir lantaran takut. Tak lama kemudian, petugas pun datang langsung menyisir salon tersebut.

“Saat kami ke lantai dua salon itu, pria itu ditemukan gantung diri dengan selang air. Saat digeledah pun identitasnya enggak ada,” jelasnya.

Dikutip dari Okezone , Polisi pun menemukan gergaji kayu berlumuran darah yang tergeletak di lantai samping pintu arah balkon. Lalu ada linggis, gigi palsu, dan brankas tang tergeletak di lantai. Sementara saat tubuh Sen Sen dibalikkan, mukanya penuh darah.

“Luka Sen Sen di bagian kepala kanan sobek serta luka lecet di kedua kaki dan tangan,” ujarnya. Untuk saat ini, kasus ditutup sementara, karena kedua korban meninggal dunia. .

(Eni)

%d blogger menyukai ini: