Sketsa News
Home Berita Terkini, News Nah, Puluhan Pejabat Kotim Dites Kejiwaannya, Kenapa?

Nah, Puluhan Pejabat Kotim Dites Kejiwaannya, Kenapa?

JALANI TES: Puluhan pejabat eselon III di Kotim menjalani psikotes yang digelar BKD Kotim, kemarin (13/12).(DEVITA MAULINA/RADAR SAMPIT)

Sketsanews.com, Kotawaringin Timur – Puluhan pejabat eselon IIIA dan IIIB mulai mengikuti assessment atau evaluasi untuk menguji kapasitas dan kemampuan yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di hari pertama, sekitar 50 pejabat itu menjalani tes psikologi atau psikotes.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan sampai Kamis (15/12), di gedung depan kantor BKD. ”Assessment akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama tes psikotes dan dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dibagi dalam tiga kelompok, kemudian hari kedua dan ketiga akan dilakukan wawancara,” kata Plt Kepala BKD Kotim Alang Arianto, Selasa (13/12).

Alang menuturkan, dari tiga tahap assessment tersebut, tahap wawancara memerlukan waktu lebih lama. Selain wawancara dilakukan per individu, pada sesi inilah penguji akan benar-benar mencari potensi pejabat yang mengikuti kegiatan tersebut. Tim penguji atau assessor didatangkan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dia menjelaskan, assessment dilakukan untuk menilai kinerja dan kemampuan, serta menggali potensi pegawai. Tujuannya untuk mempermudah pemkab memetakan pegawai. Jika sewaktu-waktu terjadi perombakan jabatan, pihaknya akan lebih mudah memilih pejabat yang akan direkomendasikan kepada bupati untuk menduduki jabatan yang dicari.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada 2017, sesuai dengan PP Nomor 18 Tahun 2016 Pemkab Kotim akan melakukan perombakan nomenklatur. Akan ada beberapa SKPD yang dinon-aktifkan dan beberapa bidang yang dihilangkan.

”Makanya dilakukan assessment ini supaya tahun depan kami bisa lebih mudah menentukan posisi pegawai yang dinas atau bidangnya dihapuskan, sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing,” ujarnya.

Dari 190 lebih pejabat eselon III, lanjut Alang, baru sekitar 50 orang yang mengikuti. Hal itu disebabkan kurangnya anggaran. Meski demikian, dia menegaskan, assessment akan terus berlanjut ke tahun berikutnya, disesuaikan dengan anggaran, sampai semua pejabat selesai dipetakan.

”Assessment ini sudah kali keduanya digelar. Sebelumnya, pada 2013 juga telah dilakukan assessment untuk mencari pejabat untuk eselon II atau setingkat kepala dinas,” tandasnya, seperti dikutip dari Okal.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: