Sketsa News
Home Berita Terkini, News Menang Lomba Tembak Internasional, Prajurit TNI AD Buktikan Tak Jago Kandang

Menang Lomba Tembak Internasional, Prajurit TNI AD Buktikan Tak Jago Kandang

Foto: Saat TNI merayakan kemenangan di AARM/ Elza detikcom

Sketsanews.com, Jakarta – Kontingen TNI AD kembali berhasil merebut juara umum dalam ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26. Sempat kalah dari Thailand tahun lalu, prajurit kebanggaan Indonesia membuktikan bukan jawara jago kandang.

“Dari 26 AARM, Indonesia sudah 11 kali juara umum. Mengalahkan rekor Thailand yang sembilan kali menang,” ungkap Komandan Kontingen TNI AD dalam AARM Mayor Inf Wimoko saat berbincang di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Tim TNI AD memang sempat merasa syok saat tahun lalu kalah dari Thailand. Namun itu tidak memupus harapan namun justru menjadi motivasi pelecut semangat.

“Awal tahun kemarin, kita harus puas di urutan kedua. Itu yang menjadikan semangat kami untuk menang. Kami menyebutnya bukan kekalahan tapi hanya sempat lepas saja,” ucap Wimoko.

Hal tersebut disebabkan karena tradisi di ajang bergengsi itu, Indonesia keluar sebagai juara. Tahun ini pun tim Indonesia membuktikan bisa merebut kembali posisi juara umum.

“Tradisi dari tahun ke tahun Indonesia jadi juara umum. Tahun ini kami rebut kembali. Dan kami jadikan ini bukan beban tapi tantangan untuk terus bisa mempertahankan,” jelas Danyon 811 Gultor Sat 81 Kopassus tersebut.

Dari negara-negara ASEAN yang ikut dalam kejuaraan ini, Thailand berada di posisi pertama sebagai pesaing kemudian disusul oleh Filipina. Indonesia pada AARM kali ini berhasil meraih 6 trofi, 21 medali emas, 15 perak dan 14 perunggu.

Sementara itu Thailand berada di posisi kedua dengan perolehan medali 10 emas, 15 perak, 9 perunggu dan 4 trofi. Lalu Filipina sebagai negara tuan rumah keluar sebagai juara ketiga dengan perolehan 10 medali emas, 9 perak, 14 perunggu dan 3 trofi.

“Pesaing terberat adalah Thailand, tahun lalu juara umum tapi dia tuan rumah. Itu alasan kuat yang saya ingatkan buat prajurit saya, kita buktikan ke dunia bahwa kita bisa,” tegas Wimoko.

“Akhirnya kami bisa membuktikan, bahwa Indonesia bukan jago kandang. Di negara lain pun kita bisa rebut juara,” sambungnya.

Meski begitu, sang komandan pun berpesan kepada Kontingen TNI AD agar tetap rendah hati walau keluar sebagai juara utama. Wimoko juga berharap agar tim tetap bisa mempertahankan gelar juara umum dan tak henti berlatih agar bisa mempertahankan kesuksesan tersebut.

“Gelar juara umum harus dipertahankan, ini tugas yang berat. Jadikan ini tantangan yang harus dijawab. Tidak ada orang hebat, yang ada orang terlatih. Intinya latihan,” tutur Wimoko.

Soal jago kandang juga sempat disinggung oleh KSAD Jenderal Mulyono. Dia meminta agar prajuritnya terus bisa membuktikan bahwa di kancah internasional, TNI AD bisa keluar sebagai juara meski pesaing-pesaingnya pun hebat.

“Mereka juga sudah memiliki kemajuan yang tinggi. Thailand tahun lalu mengalahkan kita di kandangnya sendiri,” tutur Mulyono sebelumnya, Selasa (13/12), seperti dikutip dari Detik.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: