Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Sedan Dihajar Truk di Lampu Merah Jalan Lingkar Tenggara Kudus

Sedan Dihajar Truk di Lampu Merah Jalan Lingkar Tenggara Kudus

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar Tenggara Kudus, turut Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (14/12) sekitar pukul 12.15.

Sketsanews.com, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar Tenggara Kudus, turut Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (14/12) sekitar pukul 12.15.

Satu unit mobil sedan Toyota Corolla, nomor polisi K 7821 GB, ringsek usai ditabrak sebuah truk bok bermuatan kertas karton, bernopol K 1366 PB.

Pengemudi sedan, Kautsar, warga Kecamatan/Kabupaten Pati, tampak masih syok. Pandangannya nanar saat melihat mobil yang baru saja dikendarainya ringsek, usai dihajar truk dari arah belakang, saat berhenti lantaran traffic laight di perempatan Jepang menyala merah.

Kendati demikian, ia masih merasa bersyukur lantaran tak menderita cidera atau luka serius.‎ Hanya tangan kanannya yang tampak lecet-lecet, terkena pecahan kaca.

“Saya dari Pati, mau ke Brayung, tapi ‘ke‎bablasen’, ahirnya saya putar arah. Setelah putar arah terkena lampu merah, saya berhenti,” cerita pria yang karib disapa Aji, ini.

Hampir satu menit berhenti,‎ sambung dia, tiba-tiba ia ditabrak dari belakang oleh truk yang dikemudikan oleh Sutarmin (63), warga Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus.

“Depan saya truk berhenti berjajar-jajar, kiri saya juga truk, kanan saya median jalan. Beberapa saat berhenti, tiba-tiba dihajar dari belakang. Padahal, saat saya putar arah tadi, truk itu belum kelihatan, berarti dia masih jauh di belakang,” ucap dia.

Lantaran dihajar truk dari arah belakang, bagian belakang sedan miliknya ringsek total. Sementara, bagian depan depan mobil juga ringsek, lantaran menghantam truk yang berhenti di depannya.

“Depan hancur kegencet truk yang nabrak. Usai ditabrak mobil saya kan terdorong, bagian depan nabrak bagian belakang truk yang di depan saya, rusak semua mobil saya, gak bisa dipakai lagi kalau sudah begitu,”‎ sesal Aji, seperti dikutip dari Tribunnews.

Menurut Aji, ia menderita hingga puluhan juta rupiah. “Paling tidak, lebih dari Rp40 juta kerugian saya,” kata dia.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: