Sketsa News
Home Berita Terkini, News Angka Kemiskinan Meningkat, Bupati Malang Kembali Gelorakan ‘Perang’

Angka Kemiskinan Meningkat, Bupati Malang Kembali Gelorakan ‘Perang’

Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 165 kaum miskin dalam upaya memberikan suport kepada seluruh SKPD untuk menggiatkan pengentasan kemiskinan di program kerjanya (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Sketsanews.com, Malang – Mengambil momentum Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna, kembali gelorakan perang terhadap kemiskinan di wilayahnya.

Hal ini didasari adanya trend kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Malang di tahun 2015 sebesar 10 persen atau sekitar 246 ribu orang.

“Kemiskinan adalah pekerjaan rumah terbesar kita semua, karena itulah Kabupaten Malang memasukkan pengentasan kemiskinan dalam salah satu visi misinya,” ujar Dr. Rendra Kresna pada 800 peserta Maulid Nabi yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu, (14/12).

Gelora perang kemiskinan yang kembali digaungkan oleh orang nomor satu di Kab. Malang dalam peringatan Maulid Nabi, menurut Rendra, sangatlah tepat.

“Kita contoh kepemimpinan Nabi dalam mengikis kemiskinan yang mendekatkan kita pada kekufuran dan kebodohan,” katanya sambil menekankan di tahun depan angka kemiskinan di Kabupaten Malang bisa menurun.

“Tahun 2014 saya targetkan angka kemiskinan di angka 8 persen dari tahun 2013 yang 9,08 persen,” imbuhnya.

Bupati Malang juga meminta pada semua Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), untuk menuntaskan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di wilayahnya di tahun depan.

Dikutip dari MalangTimes, Edi Suhartono selaku kepala Bappeda Kabupaten Malang di kesempatan lain menyatakan sebenarnya dari segi kuantitatif warga Kabupaten Malang cukup mampu, tetapi dari segi kualitas mereka masih belum bisa memenuhi atau menggugurkan 20 indikator kemiskinan.

“Penghasilan mereka yang didapat dalam setiap bulannya masih jauh dari standart yang ditetapkan BPS,” lanjutnya yang juga optimis di tahun 2017 akan ada perubahan dari angka kemiskinan.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: